SITUS PORNO MASIH TERSELEBUNG”Klik nama …”

PELITA KARAWANG ON LINE-.Beberapa waktu yang lalu Depkominfo secara resmi mengumumkan pemblokiran sejumlah situs porno di Indonesia (Selasa 10 Agustus 2010) melalui sejumlah pemain ISP besar yang ada, yaitu Bakrie Telecom, Indosat, Indosat Mega Media (IM2), Telkom, Telkomsel, dan XL Axiata.

Menjelang sehari sebelum bulan suci Ramadhan 1431 H, sejumlah situs porno tidak bisa diakses lagi, dari 6 ISP(penyedia layanan internet) ini merupakan pangsa pasar yang cukup besar di Indonesia yang menyerap sekitar 87 persen pelanggan Internet.

Semua ISP tersebut telah lolos uji,pada live demo simulasi blocking konten yang mengandung pornografi, hanya Telkomsel dianggap gagal melakukannya.namun sayang tak hanya situs-situs porno yang terblokir, semua situs lain hampir pun ikut terblokir,untunglah PELITA KARAWANG ON LINE tidak terkena dampak tersebut.


Menurut Menkominfo, konten pornografi bersifat global, mencakup persenggamaan, ketelanjangan, menunjukkan alat kelamin, prostitusi anak, dan lainnya dianggap sebagai simbol pornografi.“Dulu saya berjanji sebelum Ramadhan akan menutup situs porno tapi kan tak hanya berlaku saat Ramadan saja. Akan kita blokir semua dan akan kita tutup selamanya,” ujar Tifatul.

Pemblokiran berkaitan dengan UU Pornografi juga menyentuh UU nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi, serta UU nomor 11 terkait Informasi dan Transaksi Elektronik yang disahkan tahun 2008.

Ada sanksinya bagi ISP yang tak memblokir.Untuk memblokir nanti pemerintah akan menggunakan database massive positive trust. Namun Telkomsel tetap diberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki teknologi pemblokiran yang dimilikinya sehingga semua ISP akan menjalankan aturan pemblokiran,tanpa kecuali.

Para ISP dianggap berhasil memblokir karena saat diakses pengguna, nantinya akan muncul tampilan dan notifikasi “access was denied”, dari hasil pengujian secara kualitatif, sekitar 80 persen situs terblokir.Walaupun tidak bisa 100 persen memblokir situs-situs porno, di sini juga menggunakan kombinasi situs dan kata-kata. Ibarat jalan tol yang baru diblokir, ke depan jalan-jalan lainnya akan menyusul untuk diblokir, yang penting dilakukan sekarang adalah hal-hal yang mudah dahulu.Tetapi hingga saat terakhir, masih ada celah-celah untuk mengakses situs-situs porno, seperti melalui Blackberry, dari hasil uji coba terlihat sejumlah situs porno masih bisa diakses, tetapi ini bukan promosi.Kita harus mewajibkan Blackberry membuka servernya di Indonesia, salah satunya untuk mengatasi pornografi. Menurut rencana bulan ini Blackberry akan membuka kantor (office) cabang di Mega kuningan Jakarta.

Seterusnya,Upaya pemblokiran tidak hanya akan berlangsung selama bulan suci Ramadhan 1431 H saja tetapi akan tetap berlangsung secara berkelanjutan. Dalam perkembangannya akan terus diadakan evaluasi, monitoring dan up dating. Dalam perkembangannya, Ditjen aplikasi Telematika akan melakukan pemantauan dan juga mempersiapkan posko pengaduan untuk menampung keluhan masyarakat umum.

Namun kenyataannya ,Memasuki hari kelima bulan Ramadhan 1431 H,Di Batam Provinsi Kepulauan Riau keberadaan situs porno di internet masih bisa diakses.

"Situs porno masih bisa diakses oleh pengguna internet," kata Iksan, pengguna jasa layanan internet, Minggu (15/8/2010).Dia mengatakan sejak dikeluarkannya imbauan oleh Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring soal pemblokiran situs porno masih belum dijalankan baik operator maupun pengelola internet.

Menyikapi masih dapat diaksesnya situs porno, Muhammad Yunus Muda, anggota DPRD Kota Batam meminta pengawasan terhadap warnet, yang diindikasikan belum memblokir situs porno agar diintensifkan pemerintah setempat. Yunus mengkhawatirkan keberadaan situs porno tersebut akan merusak moral anak bangsa. "Apalagi di saat bulan Puasa banyak anak-anak yang menghabiskan waktu menunggu buka dengan mengakses internet," kata Yunus. Pemerintah oleh Yunus diminta tegas dalam pemberangusan situs porno di Indonesia.

Sementara itu, Yusfa Hendri, kepala bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Batam menyebutkan pihak pemerintah telah melakukan langkah antisipatif terhadap keberadaan situs porno ini.

Menurutnya pada saat mengurus izin operasional, para pengusaha warnet telah diberikan syarat agar memblokir situs porno ini. Namun Yusfa mengakui, banyak pengusaha yang memandang remeh persyaratan itu. "Dalam waktu dekat kami akan melakukan penertiban terhadap warnet-warnet yang diindikasikan masih membuka situs porno di Batam," kata Yusfa. Dia menambahkan untuk pelaksnaan penertiban itu akan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja sebagai penegak peraturan daerah.

Di daerah Karawang hasil pantauan PELITA KARAWANG ON LINE sama dengan di Batam,ada beberapa anak remaja yang masih melakukan akses internet tujuan gambar porno atau lainnya.menurut Z ,dia salah seorang pelaku intenet mesum.”Kami masih bisa lakukan penelusuran dengan mudah,misal untuk gambar” ,lanjut dia. Kami cukup klik atau tulis nama alat vital dalam bahasa daerah,keren atau gaul maka dengan lancar akan keluar situs porno tersebut atau sesuatu yang di tuju,ungkapnya lugu.

Kemudian, TIM Investigasi PELITA KARAWANG ON LINE melakukan kunjungan ke beberapa Warnet di sekitar Karawang dan hasilnya, masih ada kegaiatan anak-anak yang tergolong muda-mudi melakukan penelusuran Internet secara terselebung.Rata-rata mereka mengatakan memang merasa kesulitan masuk situs porno tapi mereka katakan juga,”Masih bisa di akses koo….”,ujarnya polos.

Di salah satu warnet di bilangan Karawang kota,sebut SS pemilik warnet tersebut ,dia mengatakan,”Situs porno tidak akan beres secepat yang di rencanakan oleh pemerintah,bab seabreg situs –situs yang ada di tanah air pun yang masih aktif dan para pemilik situs tersebut masih eksis bahkan leluasa memuat pornografi,serta masalah pornografi tidak akan selesai dengan penutupan situs terkait,semua akan balik ke masing-masing orangnya.inilah bukti bahwa bisnis internet tidak akan sepi walau di tutup situs porno,karena kemampuan teknologi makin canggih dan pemakai lebih pintar dari pada kenyataannya,jelas sambil mesem/.berbagai sumber oleh :Abdul Haq.
Posting Komentar