Total APBN Kemenegkop dan UKM Tahun 2011 Rp 978,6 Miliar - Pelita Karawang

Breaking

Post Top Ad

Jumat, 22 Oktober 2010

Total APBN Kemenegkop dan UKM Tahun 2011 Rp 978,6 Miliar

Dari buku Rekapitulasi Matrik Program dan Kegiatan atas pagu sementara dan tambahan dana pendidikan Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2011 yang diajukan sebesar Rp 978,657 miliar, terbesar mendapatkan alokasi dari 8 unit Eselon I yakni Sekretariat Kementerian mendapat Rp 299,323 miliar. Sementara Dana Dekonsentrasi ke daerah otonomi hanya sebesar Rp 127,5 miliar.

Dalam Rapat Kena Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan beserta jajarannya dengan Komisi VI DPR-RI yang dipimpin o.cli Nurdin Tampubolon di Senayan. Selasa (19/10) menteri menyebutkan, dari total alokasi yakni Rp 978,657 miliar tersebut sebesar Rp 732,793 miliar dikelola oleh kantor pusat Kemenkop dan UKM.

Idris Laena dari F-PG dalam raker tersebut melaporkan bahwa pemerintah memutuskan anggaran pendidikan yang 20% itu atas perjuangan DPR-RI dapat dibagi juga ke kcmcnterian/lembaga yang dibawahnya juga terdapat pendidikan dan pelatihan seperti Kcmenakertrans, Kc-menag dan lain-lain.

"DPR-RI berjuang agar lembaga lain juga dapat yang menyelenggarakan pendidik-an/pelalihan bagi masyarakat dan masuk akal, sehingga diputuskan Kemenkop dan UKM RI yang juga mengadakan pendidikan dan pelatihan perkoperasian mendapatkan dana pendidikan tersebut sebesar Rp 150 miliar," ujarnya disambut tepuk tangan. Dan juga katanya. Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia) yang selama ini mendapatkan anggaran melaku rekening *99-yang musti "berjuang" tiap tahun, kini ndak lagi. Artinya alokasi anggaran untuk Dekopin mulai tahun 2011 integral di dalam APBN Kemenkop dan UKM Tahun 2011 sebesar Rp 50jTullflr." ujarnya juga disam-but tepuk oleh pengunis Dekopin Nurdin Halid yang turut serta raker.

Ketika giliran Menteri Koperasi (Menkop) dan UKM, Syarif Hasan berbicara mengatakan pihaknya tidak kaget dan tidak menyesalkan hilangnya mata anggaran untuk kelanjutan program revitalisasi pasar tradisional dan pembangunan koperasi lewat program Gemaskop (Gerakan Masyarakat Koperasi), pada pagu anggaran 2011. Menkop bahkan optimis para anggota panitia anggaran dari Komisi VI DPR RI akan memperjuangkan mata anggaran itu tcralisasi. Karena dia yakin para anggota panitia anggaran Komisi VI DPR RI mengetahui dan mencatat sukses dari penggunaan anggaran pada kedua program kegiatan dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM cukup bagus dan perlu dilanjutkan.

"Saya yakin dan percaya, teman-teman anggota Komisi VI, terutama jang masuk dalam panitia anggaran, bukannya lupa, tapi terselip. Karenanya, dalam waktu ang tersisa dua hari lagi sebelum paripurna pengesahan APBN 2011, pada Jumat (22/1) besok, saya berharap agar dapat direalisasikan." ujarnya.

Harus diakui, katanya lagi, dari pagu anggaran tambahan itu memang belum terlihat untuk anggaran pembinaan koperasi dan UKM. Padahal berdasarkan penyerapan anurgaran pada 2009, terlihat cukup signifikan pada kegiatan program reitalisasi pasar tradisional dan pembinaan koperasi dan UKM," ujarnya sambil memberi contoh.

Pada anggaran 2009. rinci Syarif, ada dana stimulus untuk kegiatan program revitalisasi pasar tradisionil sebesar Rp 100 miliar. Dari mata anggaran telah berliasil melakukan revitalisasi pasar tradisional sebanyak 90 lokasi di seluruh Indonesia. Temyata sambutan masyarakat luar biasa. Karena revitalisasi ini telah berhasil memanusiakan pasar rakyat yang notabene pasar grass root. "Pasar yang tadinya berlumpur dan kehujanan bisa membuat nyaman baik pengunjung niaupun pedagangnya Revitalisasi pasar yang dilaksanakan Kemenkop dan UKM sangat fundamental untuk menggerakan ekonomi rakyat. Kalau bicara grass root tentu bicara petani, nelayan, dan kuli-kuli. Saat ini. nilai mata anggaran untuk revitalisasi pasar tradisionil kembali turun dari 90 lokasi menjadi 27 lokasi bahkan di pagu anggaran 2011, ni.11.ib hilang. Jangankan menjadi mata anggaran kegiatan program tersendiri, dari total pagu anggaran pun tidak ada," keluh Menkop.

Begitu mata anggaran untuk kegiatan pembinaan koperasi sudah berliasil lewat program Gemaskop. Dari 175 ribu koperasi yang terdaftar secara actual ada 150 yang tidak aktif. Tapi ada pengurus, alamat, dan anggota. Hanya tidak ada aktifitas atau kegiatan. "Kami menyebutnya break. Bukan sudah mati Karena ini jadi tugas kami untuk memberi stimulus sebagai mengaktifkan Kendalanya harus di-rangsang dan diberi motivasi. Sehubungan itu. mata anggaran program ini hendaknya dikembalikan lagi," ujarnya.

Sumber : Sentana
Posting Komentar