Pemerintah Indonesia Respon Bencana Asap
Jakarta-PELITAKARAWANG.COM : Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat telah melakukan rapat koordinasi penanganan asap bersama kementerian/lembaga (K/L). Asap itu menyebar ke mana-mana, termasuk ke Singapura.
Inpres No 16 Tahun 2011 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan telah mengatur tupoksi masing-masing K/L. Citra satelit cuaca dari BMKG secara rutin didistribusikan kepada gubernur dan K/L sebagai dasar antisipasi asap.
Selain itu, Kementerian Kehutanan telah menggerakkan Manggala Agni untuk pemadaman setiap ada laporan hotspot. Polri melakukan upaya antisipasi dan tindakan penegakan hukum kemungkinan adanya pelaku kebakaran.
Kementerian Dalam Negeri juga menginstruksikan kepada gubernur/bupati/wali kota agar segera mengambil upaya taktis mengatasi kabut asap. Sementara, Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan pertemuan tim teknis Indonesia-Singapura pada 20 Juni 2013 untuk kerja sama penanggulangan bencana asap.
Kebakaran lahan dan hutan adalah bencana yang hampir setiap tahun terjadi di Indonesia. Ada delapan provinsi yang sering memiliki hotspot terbanyak, yaitu Sumut, Riau, Sumsel, Jambi, Kalbar, Kalteng, Kalsel, dan Kaltim.
Lokasi kebakaran umumnya daerah bergambut. Ini membuat kebakaran sulit dipadamkan. Apalagi akses ke lokasi juga sulit dijangkau, sehingga pemadaman leway darat tidak mudah.
Untuk itulah Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menggelar operasi hujan buatan untuk mengatasi bencana asap hampir setiap tahun.
"Kunci utamanya adalah bagaimana agar pihak-pihak yang melakukan aktivitas pembakaran lahan dan hutan mampu mengendalikan kebakaran tersebut," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (20/6).(Uut/metrotv).
www.pelitakarawang.com
