Jangan Ada Kriminalisasi di Karawang " Kasus Ratna Ningrum "

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Rabu, Januari 25


KARAWANG, PEKA - Dalam jumpa pers di kampung budaya, 25 Januari 2017, keluarga dan kuasa hukum Ratna Ningrum, mantan Kepala Desa  Margamulya, Kecamatan Telukjambe Barat menyatakan kedatangan kepolisian datang ke rumah Ratna Ningum mengagetkan warga.
Pasalnya polisi sebanyak  50 orang berada di rumah Ratna Ningrum untuk membawa ke Lapas Klas II Karawang pada Selasa, 24 Januari 2017.

"Saya kaget. Warga juga kaget. Bilangnya silaturahmi, tetapi bukan malah kejaksaan mengatakan untuk keutusan," kata Mariam adiknya Ratna Ningrum.

"Kakak saya dimana tidak boleh ke kamar kecil. Sambil ditunggu pintu kamar mandi oleh polwan. Ganti baju depan saja depan polwan. perlakuan apa yang dilakukan mereka kepada kakak saya, " katanya.

Kata dia, Ratna Ningrum diperlakukan seperti teroris. Namun saat dia minta tanggapa  kejaksaan malah SOP seperti itu.

"Sudara saya  diperlakukan serprti teroris. Padahal tidak bisa lari. seorang nenek diperlakukan seperti itu," katanya.

"Setelah menagkapan pihak saudara sok. Sampai gemetar. Saya tidak mau saudara saya seorang diri maka ditemenin sama saya. berdua sampai LP Warung Bambu," katanya.


Kuasa Hukum Ratna Ningrum, Yono Kurniawan, mengatakan ini bentuk kriminalisasi masyarakat terhadap mantan kepala desa dituduhkan salinan c.

"Mengapa kami mengatakan bentuk kriminalisasi. Kasus ini efek kekalahan di Jakarta Selatan sengketa tanah APL. Ketika terjadi kekalahan efeknya ke kasus bu Ratna Ningrum kasus tahun 2013.  B Ratna Ningrum bukan penjahat bukan teroris dimana sisi keadilan satu bentuk penegakan hukum menciptakan rasa adil," katanya.

Tuntuan dia adalah :
1. Kami pertanyakan bahwa ketimpanhan umum terjadi. direktur peruasahaan melapor statusnya DPO. kenapa tidak bisa mencari orang itu. statusnya tersangka tetapi di peti es-kan. Ada ketidak adilan.

2. meminta presiden dan Kapolri lindungin penjahat rakyat diperlakukan seenaknya saja, hak di rampas. Presiden dan Kapolri harus menyelamtkan rakyat.


3. Kami akan malakulan perlawanan, melakukan  upaya meninjauan kembali kasus ini.(oca).

Previous
« Prev Post

Related Posts

Rabu, Januari 25, 2017
Loading...