Presiden Ingin Sekolah Wajibkan Murid Ikut Kegiatan Ekstrakulikuler - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

pasang

Kamis, 26 Januari 2017

Presiden Ingin Sekolah Wajibkan Murid Ikut Kegiatan Ekstrakulikuler


Jakarta, PEKA - Presiden Joko Widodo menginginkan sekolah mewajibkan kegiatan luar program dalam kurikulum (ekstrakulikuler) agar anak-anak peka sosial kepada lingkungan sekitar.

Presiden RI Joko Widodo
"Yang namanya ekstrakurikuler diwajibkan kepada anak-anak kita, kemudian kegiatan kemasyarakatan dan sosial juga perlu dirancang, misalnya sebulan atau dua bulan sekali mengunjungi panti jompo supaya ada rasa sosial dalam diri anak-anak kita," kata Presiden Jokowi saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta International Expo (JIExpo), Kamis.

"Kemudian besih-bersih kampung sekitar, supaya anak-anak memiliki rasa sosial budaya terhadap lingkungannya. Hal-hal seperti ini yang kelihatan mulai kita tinggalkan sehingga kita lupa membangun dan memupuk rasa sosial budaya kepada anak-anak kita," papar Presiden.

Presiden juga mengusulkan ada kunjungan sekolah ke provinsi atau pulau lain agar siswa melihat keragaman Indonesia.

"Kemudian kalau punya kemampuan, anak-anak diajak ke provinsi yang lain untuk mengenalkan saudara-saudaranya yang berada di pulau yang lain. Hal itu akan sangat baik untuk keragaman kita, kebhinekaan kita. Kunjungan bukan ke tempat wisata tapi dikenalkan ke saudara-saudaranya di provinsi-provinsi lain," tegas Presiden.

Ide lain Presiden Jokowi adalah menggalakkan lomba antarsekolah sejak tingkat kecamatan.

"Dulu saya ingat saat kita masih kecil ada lomba per kecamatan. Setiap semester pasti ada lomba sebelum kita libur. Tapi sekarang tidak banyak, baik lomba olah raga atau lomba melukis. Mungkin anak-anak sekarang lebih modern jadi ada lomba membuat video, lomba membuat blog, lomba membuat aplikasi," ungkap Presiden.

Lomba itu dapat menggunakan anggaran pendidikan yang mencapai Rp400 triliun pada tahun ini.

"Anggaran pendidikan tidak sedikit tahun ini, ada lebih dari Rp400 triliun, sangat besar sekali. Kalau arahnya tidak tepat sasaran akan banyak yang hilang percuma," tegas Presiden.

Terakhir Presiden mengingatkan perlunya sekolah mengajarkan pengusaan Teknologi Informasi kepada murid.

"Saya juga ingin mengingatkan bahwa ke depan penguasaan IT sangat penting karena itu pengenalan sedini mungkin sekaligus memagari anak-anak kita dari penggunaan sosial media," kata Jokowi.#ant-novi.
Posting Komentar