Iklan
Loading...

Puluhan Hektar Sawah di Talagasati Mati Terserang Hama Wereng, Petani 'stres'

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Rabu, Januari 25


KARAWANG, PEKA - Puluhan Hektar sawah di Kecamatan Talagasari, mati terserang hama wereng coklat. Bahkan para petani terpaksa kembali mengolah tanah sawahnya yang sudah berusia satu bulan untuk ditanami kembali. 


Menurut Pemilik Sawah di Desa Cadaskertajaya, Kecamaatan Talagasari, H. Cakim mengatakan, dari lima hektar sawahnya yang habis terserang hama wereng, hanya 125 M areal sawahnya yang terselamatkan. 


"Padi miliknya sudah usia 1 bulan kering semua akibat terserang hama. Saya juga bingung bagai mana mengatasinya karena tidak ada petugas yang memberitahu caranya, dan obatnya," ungkap H. Cakim, ditemui dikediamannya, rabu (25/01/2017).  


Dalam luas areal 5 hektar dirinya harus merogoh kocek untuk masa tanam padi Rp 20 juta, dengan adanya masalah wereng ini dirinya terpaksa merogoh kocek lebih dalam lagi karena hampir semua padi miliknya kering terserang hama, karena harus tanam ulang padi. Bahkan saat ini sawah miliknya tengah ditraktor atau kembali pengolahan tanah, karena akan ditanami lagi. 


"Selama ini saya pribadi belum pernah merasakan bantuan apapun dari pemerintah. Bahkan gapoktannya sendiri saya tidak hafal. PPL juga tidak pernah datang, petani yang lain juga selalu mengeluh tidak adanya pemrintah yang memperhatikan petani disini," ungkapnya. 


Sementara itu petani lainnya, Udi mengatakan, sawah garapan miliknya juga habis terserang hama wereng coklat, bahkan dirinya mengeluhkan tidak adanya pembinaan yang dilakukan oleh PPL membuat petani kebingungan cara mengatasi hama tersebut. 


"Saya sedang memindahkan padi yang bisa diselamatkan ke petakan lainnya. Saya hanya ingin PPL itu hadir ditengah-tengah masyarakat," ujar Udi.  


Tokoh pertanian Desa Cadaskertajaya, Sapul Bahri menuturkan, selamaini kehadiran PPL ditengah-tengah petani tidak pernah dirasakan, adapun PPL hanya datang ke Ketua Gapoktan saja, tanpa turun langsung kelapangan. 


"Dari Kecaamatan dan Desa mana pun yang ada di Karawang mayoritas PPL jarang turun kepetani, dan bantuan tidak pernah diterima petani," Ujarnya.#dzr-nv

Previous
« Prev Post

Related Posts

Rabu, Januari 25, 2017

0 komentar: