Asep Aang : Lelang Jabatan Sesuai Dengan Acuan Permen PAN No. 13 Tahun 2014 - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

pasang

Rabu, 22 Februari 2017

Asep Aang : Lelang Jabatan Sesuai Dengan Acuan Permen PAN No. 13 Tahun 2014


KARAWANG, PEKA - Mutasi jabatan yang dilakukan Bupati Karawang Cellica Nurachadiana masih menyisakan soal. Kali ini soal rencana lelang jabatan yang akan dilakukan untuk mengisi dinas- dinas yang kosong.

PNS Karawang
Meski disebut lelang jabatan namun sebelum lelang jabatan itu dilaksanakan sudah muncul sejumlah nama yang bakal mengisi jabatan di sejumlah dinas tersebut. Hal inilah yang membuat sejumlah PNS yang berminat mengikuti lelang mengurungkan niatnya karena sejumlah nama yang muncul tersebut memang dikenal dekat dengan bupati.

Ada tiga jabatan kosong yang saat ini bakal dilelang yaitu Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK),  Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa (DPMD) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Jago yang bakal menduduki jabatan tersebut sebut saja nama Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayaran Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Wawan Setiawan yang disebut-sebut bakal menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Kemudian Kepala Bagian Umum Setda Karawang, Ridwan Salam, bakal mengisi jabatan sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Terkait dengan kabar tersebut pemerhati hukum Asep Agustian mengatakan mutasi atau lelang jabatan dibawah kepemimpinan Cellica merupakan produk ABIS (asal bapak ibu senang) sehingga sudah menyimpang dari norma sebenar. Dia tidak heran jika kemudian lelang jabatan meski belum dilaksanakan sudah muncul nama pejabat yang bakal memenangkan lelang. "Nama-nama yang muncul itu di kawal oleh tim sukses yang berjasa terhadap bupati makanya nama-nama tersebut bakal dimenangkan," kata asep.

Menurut Asep bupati Cellica memang saat ini seperti tidak berdaya untuk menjalankan mutasi karena tekanan dari tim suksesnya. Sebut saja nama Sekretaris DPMPTSP Wawan Setiawan yang ngotot untuk menduduki jabatan Kepala DLHK.  oleh tim suksesnya. " Kita prihatin jika hal ini benar terjadi karena itu kebohongan publik seakan benar dilelang padahal sudah ditentukan," katanya.

Asep Agustian mengatakan Cellica harus bisa mendapat kepercayaan dari PNS yang akan mengikuti lelang jabatan. Untuk itu proses lelang harus dilalui sesuai mekanisme yang sebenarnya yaitu yang terbaik yang memenangkan lelang."Kasihan PNS lain yang mau promosi jadi terganjal oleh faktor lain,' katanya.

Malah Asep menyarankan agar PNS yang mau mengikuti lelang harus berfikir dua kali jika ingin promosi. Karena hal itu bakal sia-sia dan hanya menguntungkan pejabat yang sudah dipilih." Buat apa ikut lelang kalau memang pejabatnya sudah terpilih mending tidur saja," katanya.

Sementara Sekretaris BKD Asep Aang ketika dikonfirmasi mengatakan proses lelang jabatan sesuai dengan acuan Permen PAN No. 13 tahun 2014 tentang tatacara pimpinan tinggi secara terbuka dilingkungan pemerintah. Berdasarkan aturan tersebut pejabat yang mengikuti lelang harus mengikuti seleksi. "Semua yang mau promosi harus ikut lelang bukan asal ditunjuk saja tidak mungkin kita melakukan itu. Apalagi dalam pelaksanaan lelang ini kami harus melaporkan dan meminta persetujuan KASN (komisi aparatur sipil negara)," kata Asep Aang.

Menurut Asep Aang tahapan lelang jabatan dimulai dengan melakukan konsultasi dengan KASN dan kemudian membentuk panitia seleksi (pansel) independen yang terdiri dari para akademisi. Setelah itu Pansel akan mengumumkan lelang jabatan secara terbuka dengan 3 tahapan pengumuman selama 14 hari kerja. Setelah itu Pansel akan memeriksa persyaratan administratif calon peserta lelang. Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan administratif kemudian Pansel akan mulai melakukan seleksi terkait kompetensi peserta lelang. Setelah baru peserta lelang yang lolos akan dilakukan ujian lagi berupa wawancara. "Nantinya ada calon 3 besar yang akan diserahkan kepada bupati untuk dipilih. Karena 3 calon dipilih bukan berdasarkan rangking tapi oleh bupati," katanya.#oca-novi.
Posting Komentar