Bupati Tindaklanjuti Kasus Pasein Sakit Jantung Yang Meninggal di RSUD Karawang - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

pasang

Kamis, 02 Februari 2017

Bupati Tindaklanjuti Kasus Pasein Sakit Jantung Yang Meninggal di RSUD Karawang


KARAWANG-PEKA-.Sebelumnya tersiar kabar adanya seorang penyakit jantung meninggal dunia dan kematiannya diduga akibat oleh lembannya penangan mediis di RSUD Karawang.(02/02/2017).


Titih Maesaroh, 60 tahun, meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang Selasa dini hari, 31 Januari 2017. Rosman, seorang kerabat pasien mengatakan, Titih meregang nyawa ketika menunggu ruangan untuk dirawat. Pasien yang mengidap sakit jantung itu meninggal tanpa sempat mendapat ruangan.(01/2/2017)

Titin datang ke RSUD Kabupaten Karawang pada Senin, 30 Januari 2017. Namun, belum turun dari mobil, nenek asal Dusun Pondok Bales RT 01 RW 01, Desa Lemah Subur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang itu ditolak oleh seorang satpam. "Ruangan penuh, silahkan cari rumah sakit lain" ujar Rosman, seorang kerabat korban, menirukan perkataan satpam. 


Saat itu, Rosman mengantar Titih ke RSUD Karawang. Ketika menepikan mobilnya di akses masuk instalasi gawat darurat, Rosman disambut seorang satpam berseragam hitam.  Satpam itu bertanya apakah apakah Rosman membawa pasien melahirkan. "Kalau bukan pasien melahirkan, silahkan cari rumah sakit lain," ujar Rosman. 


Kemudin melalui akun facebook milik pribadinya ,Cellica Nurrchadiana Bupati Karawang menjelaskan tindaklanjutnya atas kasus tersebut.

Berikut tulisan Bupati karawang di status FB nya.

Tadi saya mengecek langsung layanan dan fasilitas ICU RSUD Karawang. Banyak yg melapor via medsos ada pasien yang meninggal. Informasi yang beredar gara-gara tidak dilayani ICU RSUD dengan alasan penuh.

Makanya, saya cek langsung ICU jumlah semuanya hanya 8 bed (kasur). Ternyata benar semua penuh. Dengan kondisi seluruh instalasi penunjang kehidupan melekat di pasien.

Mengenai pasien yang meninggal karena tidak dapat ruang ICU, saya tanya ke Dirut RSUD kronologisnya.


Pak Dirut RSUD menjelaskan kepada saya, saat itu ICU benar-benar sedang penuh semuanya dan tidak mungkin mencopot instalasi yang menempel di pasien kritis yang lain.

Sehingga pasien ini dirujuk ke rumah sakit yang ICU nya masih kosong. Namun pasien tidak tertolong lagi.
Itu penjelasan RSUD Karawang, dan tentu semua ini jadi bahan evalusi kami tentang RSUD.

Masalah keterbatasan ICU ini harus dicarikan solusi. Tadi saya memimpin rapat dengan BPJS dan RSUD Karawang untuk secepatnya membuat rujukan ICU online. Seluruh rumah sakit se Kabupaten Karawang harus masuk sistem ini.

Jadi ketika di salah satu rumah sakit ICU nya penuh, melalui sistem online ini bisa langung dirujuk ke ICU rumah sakit yang kosong. Sehingga pasien tidak kehabisan waktu di jalan hanya untuk mencari ruang ICU.
Termasuk menggandeng BPJS dalam hal pembiayaan bagi masyarakat Karawang soal rujukan ICU sistem online ini.

Di luar itu semua, RSUD Karawang harus tetap melakukan evaluasi bersama untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Sebelum pulang, saya menjenguk putera pak wakil bupati kang Jimmy yang sedang sakit. Sekaligus melihat kondisi kepala UPTD Pendidikan Jayakerta yang sedang kritis di ICU.
Mohon didoakan semoga lekas diberi kesembuhan yaa,,,
Posting Komentar