Loading...

Bupati & Wakil Bupati Sepakat :Aparat Pemerintahan di Kabupaten Karawang Harus Bebas Narkoba & Alkohol

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Minggu, Februari 12, 2017


KARAWANG-PEKA-.Indonesia dalam keadaan bahaya narkoba dilihat dari kualitas dan kuantitas kejahatan serta kerugian yang ditimbulkan. Kerugian ekonomi lebih dari Rp 50 triliun per tahun. Jenis narkoba yang diperdagangkan kini meliputi heroin, kokain, dan sabu kualitas baik. Jumlah kejahatan akibat narkoba pun setiap tahunnya selalu meningkat.(12/2/2017).

Menurut Bupati Karawang dampak dari narkoba selain kerugian materi,dampak sosialnya adalah turunnya kualitas sumber daya manusia sebab cacat permanen otak, dan dampak fatal berupa kejahatan dari mencuri hingga kekerasan.

Dari faktor kesehatan ujar Bupati Cellica Nurrchadiana, narkoba secara langsung atau tertular HIV/AIDS melalui jarum suntik. Yang dirugikan bukan hanya pemakai,melainkan juga keluarga dan masyarakat umum, dapat dikatakan saat ini Karawang dalam situasi bahaya narkoba. "Jika tak bertindak,keadaan lebih darurat bisa terjadi," katanya.

Masih kata Bupati,sejauh ini pemerintah melalui perangkat penegak hukum telah melakukan berbagai upaya dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Upaya ini diwujudkan melalui program- program baik preventif, repsresif maupun rehabilitatif namun seringkali memunculkan lisan bahwa pemberantasan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba hanya sampai pada permukaannya saja. Pada hal permasalahan ini ibarat “gunung Es” kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang sering kita dengar, bahkan tidak sedikit para pengedar dan penyalahgunaan narkoba terjaring oleh petugas keamanan. Mereka terdiri dari golongan oknum pelajar, mahasiswa, masyarakat, bahkan aparatur pemerintah sendiri.Dengan terjaring atau tertangkapnya para pengedar dan penyalahguna itu bukan berarti permasalahan tersebut selesai. Maka perlu adanya upaya-upaya yang kongkrit dan tindakan yang tegas bagi para pengedar dan penyalahgunaan narkoba.Dalam upaya ini pemerintah khususnya Kabupaten Karawang harus menekan lajunya peredaran dan penyalahgunaan narkoba dengan mencegahnya peredaran di tingkat lokal.

Dan dalam waktu dekat pula,tegas Cellica Nurrcahdiana,Pemkab Karawang akan melakukan test urine bagi semua PNS dari tingkat Kabupaten sampai bawah,bahkan sampai tingkat aparat desa,hal tersebut ditempuh adalah sebagai bentuk upaya nyata dan maksimal dalam pencegahan dan penyalahagunaan narkoba dan sejensinya.

PNS harus harus menjadi pendorong dan pelopor untuk publik dalam pencegahan dan penyalahgunaan narkoba,pungkas Bupati Karawang.

Dan melalui telepon selulernya,wakil bupati  yang saat ini berada di Mekah untuk menjalankan ibadah Umroh juga menyatakan sangat setuju jika semua PNS di Karawang ditest urine.Bahkan dirinya menyebutkan bukan test urine tapi harus diambil darah dan rambutnya pula.

Saya sangat setuju PNS Karawang ditest urien dijalankan namun bukan itu saja,tegas Kang Jimmy sebutan keren dari wakil bupati Karawang,PNS pun harus bebas miras.

Silakan BNN melakukan test urine kepada para PNS atau pejabat di Karawang,karena aparat pemda dan semua PNS serta kepala Desa di Kabupaten Karawang harus bebas narkoba dan alkohol,tegas Kang Jimmy.

Kapan BNN mau test silakan,ulasnya,tapi perlu digaris bawahi bahwa aparat pemerintahan bukan hanya bebas narkoba saja tetapi juga harus bebas pengaruh alkohol atau sejenisnya, bebas narkoba saja tidak cukup jika masih suka minum alkohol,tandas Kang Jimmy.#wa.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Minggu, Februari 12, 2017