Harapan Masyarakat untuk PLN Karawang

0

KARAWANG, PEKA - Masyarakat di Dusun Tamelang, Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur menyampaikan harapan kepada PLN Karawang.(20/2/2017).

Haparan itu adalah adanya informasi saat aliran listrik dihentikan atau pemberitahuan.Pasalnya masyarakat menggunakan listrik tidak gratis.

Azis (27), yang tinggal disalah satu perumahan, merasa dirugikan jika tiba-tiba listrik mati. Menurutnya,  ia terganggu aktifitas dikarena listrik mati.

"Akhir-akhir ini listrik sering mati. Waktunya juga cukup lama. Entah ada perbaikan atau kendala lain, sehingga PLN matikan listrik di area Margasari secara tiba-tiba" katanya.

Ia mengungkapkan, tidak persoalkan mati lampu ini jika memang demi kebaikan bersama. Namun ia mengaku jengkel bila terlalu sering dan waktunya cukup lama.

Pihaknya mesti beraktifitas yang memerlukan daya listrik. Misalnya mandi dan masak dan keperluan keluarga lainnya.

"Kami bicara karena berhak, toh listrik tidak gratis. Dalam UUD pasal 28 juga tiap warga negara berhak mengeluarkan pendapat secara tulisan atau lisan. Maka hari ini, kami warga negara menyampaikan harapan kepada PLN di Karawang," katanya.

Ia menyebutkan tidak semua masyarakat sama rata. Ada perbedaan karakter atau materi. Salah satunya ia yang tinggal di perumahan sederhana.

"Jujur saya tidak bisa mandi, karena listrik mati. Saya tidak sehebat yang lain, begitu listrik mati ada cadangan dan sebagainya. Tetapi saya hanya mengandalkan daya listrik untuk bisa mandi," akunya.

Ia mengaku menunggu listik sudah 4 jam. Namun tidak ada informasi apa pun dari PLN. Alhasil aktifitas ia terganggu.

"Harusnya saya sudah jalan aktifitas, karena tidak mandi ya nunggu dulu. Dikira sebentar, eh lama juga," katanya.

Kedepan bisa ada solusi terbaik. Pasalnya sebagai perusahaan negara dapat memberikan pelayanan terbaik untuk rakyatnya.

"Besar harapan kami ada pemberitahuan jika listrik dimatikan, apa saja yang menjadi kendala PLN biar kami bisa maklumi. Sebab kami juga bayar supaya bisa gunakan listrik," harapanya.

Yogi (28), menyatakan hal sama. Bahkan listrik ia mati dengan waktu cukup lama.

"Saya mau mengadu harus kemana bingung, tidak punya nomor kontak PLN dan sebagainya," ujarnya.

Pihaknya juga menaruh harapan bisa ada pemberitahuan bila listrik dimatikan. "Mungkin bagi saya hanya konsumsi pribadi. Jika bagi masyarakat yang usaha, dipastikan merasa rugi. Apalagi alat elektronik jadi cepat rusak," paparnya.

Harapan masyarakat untuk PLN ini belum ada konfirmasi dari pihak terkait hingga berita ini meja redaksi.(oca)
Posting Komentar