Mensos Apresiasi Keterlibatan Masyarakat Wujudkan Keluarga Sehat

0
Lamongan, PEKA - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera, seperti yang dilakukan Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Lamongan yang mengangkat duta kesehatan.(11/02/2017).


Khofifah Indar Parawansa
"Inisiatif semacam ini bagus sekali karena kesehatan keluarga merupakan elemen penting dalam mewujudkan masyarakat sejahtera," kata Khofifah saat peluncuran Duta Kesehatan Muslimat NU di Lamongan, Jawa Timur, Sabtu. 

Menurut dia, Duta Kesehatan Muslimat NU dapat menjadi mitra pemerintah daerah dalam melakukan penyuluhan dan pendampingan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.

Khofifah berharap hadirnya duta kesehatan dapat mendorong peningkatan gizi masyarakat, menurunkan angka kematian ibu, serta mereduksi gizi buruk pada bayi dan balita.

"Saya berharap duta kesehatan juga dapat mendukung pemerintah dalam menyampaikan kampanye bahaya NAPZA dan pencegahan di tingkat keluarga," ujarnya.

Dikatakan Khofifah, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo memiliki perhatian besar terhadap kesehatan dan kesejahteraan keluarga. 

Beragam program prioritas pemerintah menyasar masyarakat kurang mampu guna mendukung peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia, katanya.

"Pemerintah melalui Kementerian Sosial menghadirkan Program Keluarga Harapan (PKH) yang memberikan bantuan tunai bersyarat kepada keluarga kurang mampu. Program ini berkontribusi besar dalam penurunan angka kemiskinan dan kesenjangan di Indonesia," katanya.

Keluarga penerima PKH wajib melaksanakan persyaratan dan ketentuan. Misal, ibu hamil wajib memeriksakan kehamilannya di fasilitas kesehatan empat kali dalam tiga semester, bayi dan balita harus mengikuti imunisasi lengkap dan pemeriksaan berat badan setiap bulan.

Kemensos bersama BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri pada 2016 telah menyalurkan bantuan nontunai PKH kepada 1.256.364 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan pada tahun 2017 akan diperluas dengan penambahan 1.743.717 KPM.

Total penerima bantuan PKH menjadi 3.000.000 KPM yang tersebar di 98 kota dan 200 kabupaten.

"Ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat dan sejahtera. Pemerintah, sekali lagi, tidak bisa bergerak sendiri. Semua pihak harus bahu-membahu," katanya.

Sementara itu Ketua PC Muslimat NU Lamongan Kartika Hidayati mengungkapkan Duta Kesehatan Muslimat NU pertama kali dicetuskan di Lamongan. Duta Kesehatan Muslimat NU Lamongan terdiri dari 27 orang.

Setiap kecamatan ada satu duta kesehatan. Mereka bertugas menyisir, memberi penyuluhan, pendampingan, dan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat. Penyuluhan meliputi perilaku hidup bersih dan sehat, kampanye pencegahan kanker serviks, Keluarga Berencana, dan kesehatan reproduksi.

"Ini menjadi semacam proyek percontohan yang untuk selanjutnya dapat diterapkan di pengurus cabang Muslimat NU di berbagai wilayah di Indonesia," kata Kartika yang juga Wakil Bupati Lamongan.#ANT-NOVI.


Posting Komentar