Iklan
Loading...

Pembangunan Karawang Banyak yang Bocor

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Senin, Februari 13


Karawang, PEKA - Banyaknya kebocoran pembangunan di Karawang, diakibatkan dari lemahnya pematangan perencanaan selama ini. Kondisi ini membuat gundah Pemkab Karawang, karena saat ada pembinaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan prosedur keuangan dan perencanaan di Karawang masih lemah.

Musyawarah Rencana Pembangunan
Sekretaris Dinas PUPR Karawang, Kusnandar disela-sela Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Lemahabang mengatakan,  KPK pernah memberikan pembinaan kepada Pemkab karawang dengan harapan agar prosedur keuangan lebih baik. 

Dan hal yang lebih pentingnya lagi adalah perencanaan,  karena konon banyak kebocoran akibat lemahnya perencanaan, oleh karena itu perencanaan ini diakuinya harus masuk dari satu Pintu yaitu Musrenbang. Dulu sambungnya, mungkin Kades dan masyarakat mungkin menganggap spele Musrenbang, tapi sekarang ini menjadi satu pintu dalam membuat segudang perencanaan dan ajuan, karena di forum ini satu pintu menampung semua usulan dari berbagai leading sektornya." Jangan anggap remeh Musrenbang sekarang,  karena menjadi satu pintu semua usulan masyarakat. Banyaknya kebocoran selama ini karena memang perencanaannya kurang matang,"Ujarnya.

Senada diungkapkan Kabid Monev Bapeda Karawang, Wahidin MM saat ini, Pemkab mencoba kegiatan Musrenbang  melalui pendekatan e Planning dari tingkat Kecamatan dan Dapil hingga Kabupaten, artinya tidak lagi manual, tapi input data hasil dari bawah dihimpun melalui sistem yang dinamai "Sibangun", hanya saja e Planning ini baru Sampai tingkat Kecamatan, semoga saja kedepan desa juga bisa menggelar Musrenbang input data-datanya melalui pendekatan e Planning ini. 

Soal Perencanaan sebut Wahidin,  jangan anggap remeh, karena perencanaan yang berkualitas, itu muncul dari 2 menu, yaitu dari masyarakat maupun dari pemerintahan desa, semuanya harus tertampung baik soft Copy dan Hard Copy, sehingga dokumen e plaining ini menjadi nyaman untuk diakses semua pihak." Kita gunakan perencanaan e Planning, input datanya melalui sistem, hanya saja belum sampai ketingkat desa baru sampai ditingkat Kecamatan saja," Ungkapnya.#sr.novi.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Senin, Februari 13, 2017

0 komentar: