Setahun Sudah Cellica-Jimmy Menjabat,Ini Ungkapan Kata Tokoh Tani Karawang - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

pasang

Minggu, 19 Februari 2017

Setahun Sudah Cellica-Jimmy Menjabat,Ini Ungkapan Kata Tokoh Tani Karawang


Karawang-PEKA-.Semangat Industrialisasi dan derasnya arus investasi pehotelan, bisnis dan property di Karawang, nampaknya lebih mendominasi kebijakan pemerintahan Cellica - Jimmy setahun terakhir. Sentralistik di pusat kota membuat potensi di desa-desa hilir dan laut pesisir terlupakan. Sebut saja Pertanian, selain mangkrak diterbitkannya perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk melindungi lahan garapan petani, juga nasib para buruh tani yang semakin terhimpit ekonomi cenderung terabaikan. Begitupun sektor perikanan,belasan TPI berdiri bertahun-tahun yang diharapkan bisa menyedot PAD lewat retribusinya, namun hanya mengandalkan 5 TPI saja yang beroprasi dan dibiarkan mati, sama halnya dengan nasib para petambak dan pengolah ikan yang begitu minim pembedayaan dan pengembangan produktivitasnya.(19/02/2017).

Tokoh Tani Karawang, Wawan Kawista mengatakan, pemerintahan Cellica - Jimmy selama setahun terakhir ini lebih pro pengusaha ketimbang masyarakat tani,buktinya selama Cellica memimpin, sebenarnya banyak petani menjerit. Meskipun tidak ada korelasinya, namun dampak iklim, cuaca dan hama seyogyanya menjadi perhatian lebih pemerintahan saat ini, utamanya soal pengendalian harga gabah yang anjlok tanpa intervensi Pemkab dengan Bulog, padahal Karawang adalah sentra pertanian, kesannya selama ini petani dan sawahnya hanya menjadi objek percobaan saja untuk kegiatan-kegiatan seremonial.

Biaya Produksi sebut Wawan, tidak cukup Rp 8 jutaan lagi perhektar, tapi hama yang bertubi-tubi, bahkan banji yang melanda membuat biaya produksi membengkak hingga Rp 14 jutaan perhektar, dengan harga Rp 4 ribu saja perkilogram, petani masih belum bisa dikatakan untung, apalagi faktanya harga rata-rata dipatok Rp 3,5 ribu. Karenanya, persoalan pupuk yang masih mahal, harga gabah dihargai rendah, asuransi yang tidak merata sampai dengan maraknya calo pungli gabah tak mampu tertangani dengan baik selama ini," Pertanian semakin parah, banyak petani stres karena terus merugi setiap musim," Ujarnya.

Sementara itu, Sektor Perikanan, dikatakan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Karawang, Jejen Jaenal Mutakin mengatakan,Perikanan sejak dulu tidak dijadikan prioritas oleh Pemkab, karena cenderung lebih ke Industri dan Pertanian, sehingga, setia kali pergantian Bupati sama saja tidak ada yang mengistimewakan perikanan. Padahal, Karawang ini merupakan wilayah yang kaya maritimnya, baik biota laut maupun hasil tangkapan ikannya, bahkan pipa-pipa pertamina juga ada didasar laut. Produksi yang tinggi dan jumlah perahu ribuan, jarang menjadi prioritas selama ini." Perikanan gak ada yang di istimewakan, dari dulu juga gini-gini aja, TPI jarang dihidupkan, retribusi juga tidak jelas,'' Pungkasnya.

Pengolah Ikan Pindang asal Bayurkidul Kecamatan Cilamaya Kulon, H Abdul Halim mengatakan, dirinya dan kelompoknya mendapat pengakuan percontohan nasional dalam pengolahan ikan, karena dengan ikan bandeng, dirinya bukan saja berhasil memproduksi Pindang Presser lunak duri yang mendapat perhatian khusus dari Kementrian, tetapi juga olahan lainnya, seperti Crispy Bandeng, Kecap Bandeng, dan Naget ikan. Sebenarnya, Cellica pernah berkunjung ke rumahnya dalam program Saba Desa saat menjadi Plt, karena sempat menjanjikan memberi bantua alat-alat produksi untuk menopang usahanya, namun sayangnya, sampai saat ini tidak pernah ada yang terealisasi, melainkan langsung dari Provinsi dan pusat,"Olahan ikan karawang ini mendapat pengakuan nasional, tapi di Karawang belum begitu menggembirakan," Ungkapnya.#SR.
Posting Komentar