Usut Dugaan Gratifikasi Stick Golf Jelang Mutasi di Karawang

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Senin, Februari 13


KARAWANG-PEKA-.Isu club golf yang menguasai jabatan 'basah' jelang mutasi dilingkungan Pemkab Karawang kembali bergulir. Kali ini berhembus kabar jika tak hanya pejabat eselon II yang penghobi golf yang merapat ke tim "Baperjakat", tapi juga pejabat eselon III dan IV mencoba kasak - kusuk untuk mendapatkan jabatan basah.Hal ini terungkap ketika berkembang kabar jika sejumlah puskesmas patungan untuk memberikan hadiah satu set stik golf kepada tim Baperjakat beberapa waktu lalu. Parahnya lagi, dana untuk pembelian alat golf itu diambil dari pemotongan dana kapitasi setiap puskesmas.

Praktisi hukum Asep Agustian mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang mengusut adanya dugaan gratifikasi yang diterima Badan Pertimbangan dan Kepangkatan (baperjakat) berupa satu set peralatan golf. Dugaan itu merebak menyusul adanya pemotongan dana kapitasi di setiap Puskesmas untuk pembelian satu set stick golf. 

"Informasi ini sudah lama terdengar seharusnya ditindaklanjuti oleh penegak hukum jangan dibiarkan begitu saja. Apalagi saat ini kan sedang ada persiapan mutasi jabatan untuk seluruh eselon," kata praktisi hukum Asep Agustian, Senin (13/2).

Asep Agustian mengaku benar atau tidaknya isu tersebut harus dibuktikan oleh penegak hukum agar mendapat kepastian hukum. Hanya saja dia mengingatkan isu tersebut sudah menjadi buah bibir masyarakat Karawang sehingga penegak hukum harus mengusut kebenaran informasi ini. "Kalau dibiarkan malah menjadi bola liar dan kasihan mereka yang dituding memberikan atau menerima gratifikasi ini," katanya.

Menurut Asep, Bupati Cellica saat ini terjebak oleh permaianan PNS yang masing-masing memiliki kelompok sendiri. Selain kelompok golf adanya juga kelompk IPDN yang juga mencoba menguasai 'kabinet' Cellica. Untuk mengatasi hal itu sebaiknya bupati menggunakan kaca mata kuda yaitu tidak perlu melihat kekiri dan kanan. "Yang paling aman itu memilih pejabat itu berdasarkan kompetensi dan kemampuannya selama ini. Bukan karena hobi golf ataupun jebolan IPDN ini bisa merugikan masyarakat pada akhirnya," katanya.

Asep juga mengingatkan untuk tidak melakukan kesalahan yang sama seperti sebelumnya Cellica harus bersikap profesional demi kepentingan masyarakat Karawang. Mutasi jabatan tidak boleh berdasarkan hutang budi karena Pilkada yang lalu atau karena faktor kedekatan. Saat ini yang berkembang jelang mutasi Cellca masih menempatkan orang yang dinilai berjasa dalam Pilkada diposisikan untuk menempati jabatan basah. "Kalau itu terjadi lagi saya kasihan kepada masyarakat Karawang yang saat ini sudah merasakan dampaknya seperti banyak jalan rusak dan infrastruktur lagi," pungkasnya.#oca-NV.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Senin, Februari 13, 2017
Loading...