Iklan
Loading...

Belasan Koperasi di Karawang Mau di Bekukan

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Minggu, Maret 12


Karawang, PEKA - Pemkab Karawang melaui Dinas Koperasi dan UKM Karawang beri sinyal akan adanya pembubaran belasan koperasi yang tidak aktif tahun ini. Hal itu sesuai dengan edaran dari Kementrian  Koperasi dan UKM yang diterima pihak Dinas.

Ilustrasi Koprasi
Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Karawang, Surisno mengatakan, pihaknya menerima surat dari Kementrian dengan nomor 114/Kem KD agar kiranya membubarkan beberapa koperasi yang dinilai sudah tidak aktif. Bahkan, data yang diberikan sebanyak 26 Koperasi, namun sebutnya, pihaknya akan mengajukan koreksi lagi ke Kementrian, sebab, dari jumlah itu justru sebagian diantaranya masih aktif, sehingga muncul angka sekitar 12 Koperasi yang rencananya bakal dibubarkan tahun ini. 

Rata-rata  kelemahannya bagi koperasi yang tidak aktif itu yang sudah tidak terselenggara lagi RAT, maupun permasalahan dari simpan pinjamnya, lebih jauhnya, Koperasi yang mati itu sudah tidak ada lagi aktifitas lazimnya Koperasi," Awalnya 26 Koperasi, tapi kita ajukan koreksi maka yang akan dibubarkan itu sekitar 12 unit Koperasi, alasannya ya karena gak ada aktifitas lagi," Ungkapnya.

Mantan Kepala UPTD Puskesmas Tempuran ini menambahkan, ajuak koreksi itu pihaknya dituntut untuk intervensi memperbaiki koperasi yang masuk listing Kementrian, termasuk di perbaharui, sebab herannya,  ada koperasi yang sehat tapi justru masuk daftaran Koperasi yang mesti dibubarkan, hal inilah yang akan dikoreksi lagi pihaknya. Yang jelas memang, sebut Risno, Koperasi itu tidak perlu banyak-banyak, yang penting sedikit juga asalkan sehat, sebab, jika banyak masalah seperti tunggakan tinggi, tersandung hukum dengan pihak ke 3 dan lainnya, bisa merambah kepada koperasi lainnya. 

Oleh karena itu, Koperasi yang tidak sehat alias bermasalah yang sudah tidak ada aktifitas lazimnya koperasi, maka memang perlu dibubarkan. Meski demikian, ratusan Koperasi juga masih aktif dan sehat, sebab sejauh ini, pihaknya baru menerima 60 Koperasi yang sudah melaksanakan RAT, sebab hidupnya koperasi itu skurang-kurangnya bisa menyelenggarakan RAT, minimal 3 bulan setelah tutup buku tahun anggaran. "Biar sedikit asal sehat, dari pada banyak tapi bermasalah, ini kan repot nantinya," Ungkapnya.#sr-nv.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Minggu, Maret 12, 2017

0 komentar: