Iklan
Loading...

Bupati Diminta “Urus Langsung ” Pasar Rengasdengklok

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Jumat, Maret 17

Karawang, PEKA. -Bupati Kabupaten Karawang, Cellica Nurrachadiana diminta ‘urus’ pasar Rengasdengklok yang saat ini kumuh dan sering terjadi macet. Pasalnya pasar tradisional yang hendak dibangun pihak swasta ini hingga sekarang seperti tak bertuan.
Masyarakat Kecamatan Rengasdengklok sudah merasa tidak nyaman melihat kondisi pasar yang sangat memprihatinkan, baik dilihat dari segi pembangunan maupun melihat keadaan jalan yang rusak berlubang.
Seperti yang dikatan salah satu pedagang, Ida (40). Pihaknya berjualan dipasar Rengasdengklok semenjak orang tua masih hidup sampai sudah tiada. “Kalau mau dihitung mungkin sudah puluhan tahun sampai sekarang pasar Rengasdengklok tidak berubah. Malah, kondisinya semakin parah, apalagi musim hujan,” katanya saat di wawancara wartawan, pekan lalu.

Menurutnya, situasi di dalam pasar becek dan bau sampah. Ia mengharapkan adanya pembangunan. Padahal karcis dipinta setiap hari. Ida mempertanyakan hasil retribusi yang tiap hari ditarik.

“Dikemanakan hasil pemasukan dari tagihan sumbangan karcis. Bahkan, tagihan karcis sampai 3 kali sehari dipasar,” jelasnya. 

Camat Rengasdengklok Asep Wahyu mengakui kondisi Pasar Rengasdengklok kumuh. Namun kata dia, makanya rencana kedepan para pedagang akan direlokasi. “Karena kondisi pasar Rengasdengklok sudah tidak bisa lagi menampung pedagang. Walaupun, mau dibangun akan tetap saja semrawut,” katanya.


Dijelaskan, luas tanah pasar seluas 1 hektar 12 meter persegi. Namun, bila jadi dipindahkan ke pasar yang akan dibangun luasnya  3, 4 hektar. “ Tanah yang disediakan untuk tempat relokasi lebih leluas, dibandingkan yang sekarang ini yang kumuh, semrawut dan macet,”pungkas Asep Wahyu.


Pantauan wartawan setiap hari di lokasi pasar Rengasdengklok kondisinya memprihatinkan. Tumpukan sampah dimana-mana, kemacetan terjadi dan bau tidak sedap. Apalagi jika hujan, dipastikan banjir dan kondisi tidak sehat. Bahu jalan semakin penyempitan. Namun belum ada tindakan nyata dari bupati dan kabinetnya

Previous
« Prev Post

Related Posts

Jumat, Maret 17, 2017

0 komentar: