Bus Primajasa Tabrak Angkot dan Motor, Tiga Meninggal Dunia

0

PURWAKARTA, PEKA. - Warga di sekitaran Jl Basuki Rahmat, Kabupaten Purwakarta, dibuat geger dengan kejadian tabrakan beruntun, Senin pagi (13/3). Tabrakan tersebut, melibatkan Bus Primajasa jurusan Garut-Bekasi Nopol B 7095 YL dengan angkutan kota jurusan Ciganea-Pasar Simpang dan lima sepeda motornya. Tiga meninggal dunia, dua luka berat dan seorang luka ringan.
Gambar Ilustrasi

Keterangan yang diperoleh,kecelakaan itu bermula Bus Primajasa datang dari arah Ciganea menuju Sadang. Akan tetapi, dari posisi Ciganea itu, bus tersebut melaju dengan kencang dan jalannya zig zag

Setibanya di Sasak Beusi, bus itu hilang kendali. Lalu, masuk ke jalur berlawanan dan menabrak angkot berwarna merah. Tetapi, bus itu tak juga berhenti. Justru, menabrak lagi lima motor yang ada didepan angkot warna merah itu. "Alhamdulillah, saya beserta penumpang selamat dari maut," ujar Muhtar (34 tahun), sopir angkot yang ditabrak Bus Primajasa.

Menurut Muhtar, dirinya tak menyangka sama sekali bus berwarna putih itu akan mengambil lajur kanan (contra flow). Selain itu, setelah menabrak bagian kanan mobilnya, bus itu masih melaju kencang, lalu menggilas lima motor di depannya. 

Setelah menggilas motor, bus itu berhenti. Kabarnya, lanjut Muhtar, ada tiga pengendara motor yang tewas. Serta ada juga yang mengalami luka berat dan ringan.

Saksi mata lainnya, Soleh (35 tahun) penumpang Bus Primajasa, menuturkan, sejak di turunan Ciganea, bus ini sudah oleng dan lajunya tak terkendali. Penumpang sudah panik dan menjerit-jerit. Saat itu, sopir akan membanting stir dan menabrakan mobilnya ke pohon serta taman.  "Namun, sopir malah membanting stir ke kanan dan masuk ke lajur sebelahnya," ujarnya. 

Laju bus ini, baru bisa berhenti setelah menabrak angkot dan lima sepeda motor. Bus ini berhenti, tepatnya di depan RM Sajolna, Sasak Beusi. 

Sementara itu, Kapolsek Kota Purwakarta, Kompol Adi fauzi, membenarkan ada tiga korban tewas dalam kecelakaan maut tersebut. Korban tewas itu, masing-masing Eliatur Tampubolon (43 tahun), warga Kampung Selaeurih, Desa Bunder, Jatiluhur. Abdul Arif Rahman (31 tahun), warga Kampung Cipami, Desa Citeko, Kecamatan Plered. Serta, Egi Rusnandi (27 tahun).#Rol
Posting Komentar