Loading...

Dedi Mulyadi Cerita Kisah Hidupnya di Pengajian Ibu-ibu

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Minggu, Maret 5


KARAWANG, PEKA - Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta menceritakan kisah hidupnya di acara pengajian ibu-ibu, di Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang, Wadas, pada Sabtu 4 Maret 2017.

Acara Pengajian Ibu-ibu
Pengajian itu di pelopori tokoh masyarakat setempat mengundang KH Jujun Junaedi dan Dedi Mulyadi, sehingga ratusan pengajian ibu-ibu majlis Ta'lim di Lemahabang hadir seluruhnya.

Ia yang juga Ketua DPD Golkar Jawa Barat, menceritakan perjalanan hidupnya. Dedi dari keturunan keluarga ekonomi pas-pasan. Bapak nya pensiunan prajurit dan ibundanya seorang ibu rumah tangga. Dedi memiliki 9 saudaranya. Ia sendiri anak terakhir dari 9 bersaudara. Namun ibunda Dedi dapat manajemen penghasilan pensiunan itu untuk mendidik anak-anaknya hingga menjadi sarjana seluruhnya. Bahkan anak bungsu ini mejadi Bupati Purwakarta berkali-kali.

"Kuring turunan ti keluarga ekonomina pas-pasan. Tapi mampu sakola sampe sarjana. Mun jaman ayeuna mah, teu sa eutik budak anak jelema beunghar teu sakola-sakola acan," kata Dedi Mulyadi, dalam bahasa Sunda.

Dalam perjalanan Dedi Mulyadi banyak hal yang perlu diambil. Salah satunya manajemen keuangan dan mengatur keluarga. Menurut Dedi, banyak yang jadi profesor, banyak jadi doktor. Tetapi belum tentu bisa manajemen keuangan. Semisalnya dalam dunia pemerintahan, tidak dapat terkelola dengan baik hingga akhirnya jalan banyak rusak dan sebagainya.

"Mun di bandingkeun jeung indung kuring.  Bisaan oge indung kuring manajemen keuangan na. Duit pas-pasan bisa nguliahkeun 9 anak na. Sok taros keun pensiuna prajurit tahun 60-an sabaraha duit," kata Dedi.

Ibunda Dedi selalu berdoa untuk anknya supaya menjadi orang sukses. Hidupnya yang serba kekurangan menjadi kisah motivasi agat anaknya tidak mengalami hal sama.

"Indung kuring sok ngadoakeun ka anak-anaknya supaya jadi jalma. Hirup nu balangsakna ulah ka alaman ku anak-anakna. Alhamdulillah doa eta ka kabulkeun. Maka na, kuring nyieun museum Indung di Purwakarta7 jeung motivasi budak ngora jaman ayeuna," ulasnya.

Dedi berpesan untuk orang tua di Karawang. Jika mempunyai anak nakal tidak perlu dengan kekerasan. Namun cukup dengan air sebagai mengatasinya.

"Mun boga budak bengal, cukup ku cai. Pandian, wudhuan, baca doa supaya budak teh cageur bageur. Eta elmuna," pungkasnya.#oca-novi.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Minggu, Maret 05, 2017