Loading...

Harga Gabah Murah, Kinerja Bulog Dituding "Loyo"

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Selasa, Maret 14, 2017

KARAWANG, PEKA. - Harga gabah di Karawang dibawah standar. Sehingga petani menjerit dengan hal tersebut. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Hanafi menuding kinerja Badan Urusan Logistik (Bulog) di Karawang masih   belum optimal. Pasalnya Hanafi melihat masih banyak petani  yang menjerit karena rendahnya harga gabah.

"Memang harusnya dibeli oleh Bulog. Soalnya kasihan juga petani banyak yang menjerit . Jangan mereka di suruh-suruh nanam, tetapi bingung ngejual panennya," ungkap Kepala Dinas Pertanian, Hanafi Chaniago kepada wartawan, Senin (13/3).

Menurut Hanafi, saat ini Bulog harus membeli gabah dengan tingkat kandungan air yang mencapai 26 hingga 30 persen. Sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) harga gabah yakni Rp3700 perkilogram. Selain kurang optimalnya pembelian gabah oleh Bulog, Hanafi menilai rendahnya harga gabah di Karawang juga disebabkan oleh permainan sejumlah tengkulak.

"Memang saat ini pertanian di Karawang sering terkena serangan hama dan cuaca buruk. Tetapi untuk harga juga saya mencurigai ada permainan tengkulak," katanya.

Akibat itu tidak jarang hasil panen para petani hanya ditawar Rp3.500 hingga Rp3.000  perkilogram.  Dengan alasan kualitas gabah yang sangat buruk, sehingga menghasilkan beras yang kurang berkualitas. Untuk mendorong penyelesaian harga gabah, Dinas Pertanian mengaku tengah berupaya untuk mendorong terbentuknya Badan Usah Milik Daerah (BUMD) pada bidang pertanian. BUMD tersebut kemudian difungsikan untuk membantu petani menjual hasil panennya dengan harga yang tinggi.

"BUMD ini harus ada, kita sedang mendorongnya. Nantinya BUMD ini akan langsung berhubungan dengan pasar induk beras yang akan dibangun. Jadi masih butuh proses," paparnya.

Sementara itu petani asal Desa Ciranggon, Kecamatan Telagasari, Budi Santosa menyebutkan hasil panen padinya hanya ditawar sejumlah tengkulak dengan harga Rp3.500, meski kualitas gabahnya cukup baik.

"Memang panen kali ini produksinya tidak optimal karena serangan hama wereng, cuma 3 ton per hektar. Tetapi kalau kualitas padinya cukup baik," kata dia.

Kendati gabah miliknya  ditawar rendah oleh tengkulak, Budi mengaku masih belum ada tawaran dari Bulog Karawang. "Kalau dari Dolog (Bulog) berani beli harga lebih tinggi, ya kami jual," tandasnya.#Oca

Previous
« Prev Post

Related Posts

Selasa, Maret 14, 2017