Loading...

Kades Parungmulya Kembali Disidang Kasus Dugaan Korupsi

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Kamis, Maret 23, 2017

KARAWANG, PEKA. - Setelah sempat divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor Bandung, Kepala Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Asep Kadarusman harus menjadi terdakwa kembali dalam kasus dugaan korupsi, setelah vonis bebasnya dibatalkan oleh pengadilan tinggi. Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Karawang melakukan perlawanan atas vonis bebas tersebut dan di kabulkan hakim.
Ilustrasi

"Perlawanan kita dikabulkan hakim dan kami akan menyidangkan kembali terdakwa Asep," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karawang, Titin Herawati Utara, Kamis (23/3).

Menurut Titin pihaknya sudah menerima surat penetapan putusan hakim dengan perkara No. 7/TIPIKOR/2017/PT-Bdg yang berisi mengabulkan permintaan banding dari jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Karawang dan membatalkan putusan sela pengadilan  Tipikor pada pengadilan Negeri Bandung. Hakim banding menyatakan surat dakwaan jaksa penuntut umum pada 5 Desember 2016 dinyatakan sah. "Kita masih menunggu penetapan sidang oleh pengadilan untuk melanjutkan pokok perkara dengan terdakwa Asep Kadarusman," katanya.

Menurut Titin, terdakwa Asep Kadarusman saat ini belum dilakukan penahanan karena meski pihaknya pernah melakukan penahanan namun saat ini merupakan kewenangan pengadilan. Namun begitu untuk memudahkan persidangan pihaknya akan mengajukan permohonan kepada majelis hakim agar terdakwa Asep Kadarusman segera ditahan seperti sebelumnya. "Penahanan terdakwa itu kewenangan hakim, tapi kita akan memohon agar terdakwa segera ditahan. Kita sedang mempersiapkan surat permohonan untuk dikirim ke pengadilan," katanya

Titin mengatakan dengan dibatalkannya vonis bebas Asep Kadarusman pihaknya saat ini sedang mempersiapkan jaksa penuntut untuk bersidang dalam perkara Asep Kadarusman. Dalam sidang lanjutan nanti langsung dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi yang sudah di BAP penyidik kejaksaan. "Selain menghadirkan saksi-saksi dari JPU, terdakwa bisa juga menghadirkan saksi-saksi dalam persidangan nanti. Saat ini kita sedang mempersiapkan saksi-saksi yang akan kita hadirkan agar mereka bisa hadir, karena mereka belum tahu dengan pembatalan vonis bebas ini," katanya.

Menurut Titin dalam persidangan nanti idealnya majelis hakim yang akan bersidang nanti bukan majelis hakim yang pernah menangani perkara Asep Kadarusman yang menjatuhkan vonis bebas. Jika dipaksa untuk kembali menangani perkara ini di khawatirkan akan memunculkan conflik of interes. "Kita berharap majelis hakimnya baru sehingga dalam persidangan nanti berjalan lebih fair. Kalau majelis hakimnya masih yang lama, nantinya malah kagok," katanya.  (oca)

Previous
« Prev Post

Related Posts

Kamis, Maret 23, 2017