Iklan
Loading...

KGL Mulai Disalip Koperasi Guru Kecamatan Lain

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Senin, Maret 20


Karawang, PEKA - Koperasi Guru Lemahabang (KGL) nampaknya mulai fluktuatif kondisi keuangannya. Pasalnya, dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Sabtu 18/3 kemarin, teridentifikasi selain merosotnya jumlah anggota sepanjang tahun 2016 sebanyak 52 orang, realisasi rencana tahunan juga diantaranya jauh dari target yang diharapkan diakhir tutup buku 2016, seperti daftar Piutang ragu yang masih sebesar Rp 1,08 Miliar sejak 2015 lalu, dengan SHU tahun 2016 sebesar Rp 60 jutaan.

Rapat Anggota Tahunan 
Ketua KGL Lemahabang, Ahmad Firdaus S.pd mengatakan, KGL diakuinya mengalami penurunan jumlah anggota sekitar 52 orang, dari tahun sebelumnya sebanyak 274, saat ini menjadi 222 orang guru. Meskipun atas keinginan pribadi, namun kondisi berkurangnya jumlah anggota diakuinya per 31 Desember 2016 ini, akan berdampak pada jumlah simpanan yang dimiliki KGL, disamping sebut firdaus, tunggakan-tunggakan sebelumnya yang masih susah terverifikasi pelunasannya. Karenanya, bahkan, daftar piutang ragu sampai saat ini masih mencapai Rp 1,08 Miliar. Kondisi ini sebut Firdaus perlu adanya tim khusus, agar anggota-anggota yang masih sulit pengembaliannya diminta kektifannya kembali, agar kiranha KGL semakin sehat." Tolong lebih koperatif lah, bila perlu kami akan bentuk tim untuk menuntaskan piutang anggota ini," Ungkapnya.

Mantan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Lemahabang, Rusta Anzela yang berksempatan hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, dirinya tahu betul perjalanan KGL selama 5 tahun terakhir, naik turunnya pemasukan dan simpanan ke Koperasi diakuinya baru kali ini mengalami kemerosotan. Bahkan, koperasi Kecamatan lain semisal KPRI Klari sempat datang belajar Ke Lemahabang, justru saat ini mereka lebih baik dari KGL, karenanya, persoalan penagihan piutang, ia sepakat kirannya KGL membuat tim khusus penagihan, jangan sampai KGL tersalip oleh Koperasi lain." Kami faham betul perjalanan KGL, semoga saja ada pembenahan anggota yang lebih koperatif," ungkapnya.

Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Karawang, Surisno mengatakan, sejauh ini Koperasi Primer sudah banyak yang melakukan RAT bulan ini, karena memang mewajiban RAT ini diatur UU minimalnya 3 bulan setelah tutup tahun buku, kecuali Koperasi Sekunder yang rata-rata melakukan RAT sekitar bulan Juni. Dalam Momen RAT KGL di Lemahabang, ia pesankan agar anggota jangan mendadak menjadi pendiam dalam RAT, sementara diluar rewel akibat lebih banyak menuntut hak, tapi kewajibannya sering susah, sebab, Membalikan Kejayaan Koperasi adalah dari  Kepercayaan para anggotanya. Karenanya, ia memuji Koperasi Kancawinaya yang sempat menjadi percontohan tingkat Provinsi Jawa Barat. Dirinya juga sambung Surisno, KGL bisa semakin berjaya lagi, minimalnya pembahasan 3 item dalam RAT itu tuntas dengan sebaik-baiknya." Ada 3 item yang dibahas, semoga bisa lancar dan sukses ditahun-tahun buku berikutnya," Ungkapnya.#sr-nv.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Senin, Maret 20, 2017

0 komentar: