Kisruh Partai Gerindra. Ajang Bantah "Salip" Royke

0
KARAWANG, PEKA - Wakil Ketua DPC Gerindra Karawang, Ajang Sopandi mengaku, dia mengikuti 'beauty contest' calon ketua Gerindra Karawang bersama dua kader lainnya setelah ada penawaran dari DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Barat, bukan untuk menggeser posisi Ketua DPC Gerindra Karawang yang kini masih dipimpin Royke Benta Sahetapy.

Ajang Sopandi
Ajang Sopandi mengacu pada surat partai No. 01-0131/A/DPC-Gerindra-Jabar/2017 yang dia terima pada 14 Januari 2017 lalu, isinya yaitu, berdasarkan hasil investigasi dan rekomendasi tim investigasi DPD serta keputusan Badan Seleksi dan Organisasi (BSO) dengan DPD yang dilaksanakan pada 21 Desember 2016, bahwa kepengurusan DPC partai Gerindra Karawang tidak dapat dipertahankan dan harus dilaksanakan pergantian ketua DPC.

Sehubungan dengan hal tersebut, pada Rabu 18 Januari 2017 dilaksanakan 'beauty contest' bagi calon-calon ketua DPC. Surat ini ditandatangani Ketua DPD Jawa barat, H. Mulyadi dan Sekretaris H. Abdul Harris Bobihoe.

"Sampai hari ini, kita masih menunggu keputusan DPP Partai Gerindra, setelah 'fit and proper test' yang telah dilaksanakan sebulan lalu," kata Ajang, saat ditemui Senin (27/3/2017) siang di Rumah Aspirasi Partai Gerindra, Guro, Karawang.

Dia menyebutkan dua saingan calon lainnya yang mengikuti 'beauty contest' ini yaitu Agus dan Erwin, masih satu partai di Gerindra. Namun, dia berkeyakinan sebagai calon ketua terkuat, sebab selain wakil ketua di DPC Partai Gerindra Karawang, dia juga wakil ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Barat.

Dia menjelaskan, kepengurusan DPC Partai Gerindra Karawang saat ini masih dibekukan, tetapi Partai Gerindra harus terus berjalan untuk menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat tahun 2018 disusul Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019. 

Saat ini, kata Ajang, Gerindra Karawang tengah mempersiapkan perekrutan anggota partai menjelang verifikasi faktual sebagai syarat keikutsertaan partai dalam Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang.

"Tugas kita banyak sekali, Pilgub dan Pemilihan Presiden (Pilpres), kalau partai jalan di tempat gara-gara masalah internal partai, maka partai kita akan ketinggalan, saya tidak mengambil alih kepemimpinan Royke, tapi partai ini harus terus berjalan," kata Wakil Ketua II DPRD Karawang ini.

Diakuinya, Royke belum pernah menghubunginya, begitupun Ajang, tak pernah menghubungi Royke, keduanya tak pernah saling komunikasi, sehingga wajar jika publik menilai kedua kader partai ini sedang tidak harmonis.

"Royke jangan salah persepsi, saya sebagai kader tidak ingin partai ini terpuruk, saya membuka Rumah Aspirasi Partai Gerindra sebagai tempat kumpul semua temen-temen partai dan saya tidak mengaku-ngaku sebagai ketua DPC Gerindra Karawang," kata Ajang.

Diceritakannya, Partai Gerindra ini telah memberikan perubahan besar dalam hidupnya, sebab sebelum di Gerindra, kehidupan Ajang sedang terpuruk dan terungkup, tetapi setelah masuk ke Gerindra hidupnya kembali terangkat menjadi lebih baik.

"Saya orang dekat Royke dan saya ingin menyelamatkan partai, saya tidak ingin partai ini dipegang oleh kader polesan yang menyebabkan partai tidak akan berkembang," ujarnya, bertekad mencalonkan ketua untuk menyelamatkan partai.#oca-nv.

Posting Komentar