Penggangguran di Karawang Mencapai 135 Ribu Orang !!!

0

KARAWANG, PEKA - Sebanyak 135 ribu pengangguran di Kota Industri. Hal itu dikatakan Wakil Bupati Karawang, Jimmy Ahmad Zamaksari.

Jimmy sendiri memastikan program pemagangan kerja di Karawang  akan terus berlanjut. Program ini dinilainya cukup efektif mengatasi masalah pengangguran di Karawang .

Untuk mensukseskan program pemagangan ini hal  yang terpenting saat ini dilakukan adalah menyamakan visi antara Pemkab Karawang dengan perusahaan yang tergabung dalam forum HRD. 

“Program ini harus sukses karena pilihan terdekat untuk mengatasi pengangguran yaitu  dengan pemagangan. Apalagi pihak indutri sudah menyatakan dukungannya untuk program pemagangan ini,” katanya, Senin (20/3)

Jimmy mengaku sudah mendengar jika  program pemagangan ini ada pihak yang menuding jika program ini semacam perbudakan karena upah kerja lebih kecil dari UMK. Upah untuk pekerja magang diakuinya memang lebih kecil dari UMK sekitar 75% dari UMK.

“Yang ngomong ini perbudakan coba kasih solusi ke kita bagaimana mengatasi pengangguran. Kita sedang berupaya mengatasi pengangguran harusnya didukung,” katanya.

Jimmy mengatakan program pemagangan ini memberi kesempatan kepada warga Karawang untuk mendapat pekerjaan. Bekerja magang memang berbeda dengan pekerja tetap atau kontrak terutama dalam hal pengupahan. Namun pekerja magang mendapat kesempatan lebih luas untuk menjadi pekerja tetap.

“Kalau mereka bekerja dengan baik sesuai  harapan perusahaan tentunya mereka bisa jadi pekerja tetap. Makanya saya berharap warga karawang yang bekerja magang ini harus bersungguh-sungguh agar bisa diterima sebagai karyawan tetap,” katanya.

Menurut Jimmy sistem pemagangan yang sudah disepakati oleh pihak perusahaan yaitu pekerja magang bekerja di perusahaan industri selama 6 bulan dengan upah 75% dari UMK. Selama 6 bulan itu pihak perusahaan akan menilai apakah pekerja magang itu bekerja dengan baik.

Jika hasilnya memuaskan maka pihak perusahaan akan meningkat statusnya menjadi pekerja kontrak atau langsung menjadi karyawan tetap. Namun sebaliknya jika jika hasil kerjanya dinilai buruk maka pihak perusahaan akan memutus kerja sama magang dengan pekerjanya. 

“Yang penting pemerintah sudah memberikan kesempatan tinggal orangnya mau kerja keras tidak biar bisa diangkat menjadi karyawan,” katanya.

Jimmy mengatakan Pemkab Karawang juga memikirkan pasca pekerja magang bekerja di perusahaan industri namun  tidak berlanjut karena pihak perusahaan tidak mau menerima mereka bekerja.untuk menampung pekerja magang yang tidak lagi diterima perusahaan Pemkab Karawang akan membuat indutri kreatif atau home indutri.

“Nanti kita akan kerjasama dengan Apindo dan juga Kadin untuk mewujudkan industri kreatif ini,” katanya.

Jimmy mengaku Pemkab Karawang berencana akan menggelontorkan dana sebesar Rp50 miliar untuk membangun industri kreatif. Saat ini Pemkab Karawang masih menyamakan persepsi dengan pihak Apindo dan Kadin agar memiliki pemahaman yang sama. 

“Kita masih membahas soal ini untuk menyamakan persepsi dulu. Nanti hasilnya akan kami laporkan ke bupati,” pungkasnya.#Oca
Posting Komentar