Iklan
Loading...

Puluhan Aktivis Lingkungan Aksi Solidaritas Depan Kantor Bupati

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Kamis, Maret 23


KARAWANG, PEKA - Menyikapi perjuangan para warga Kendeng dalam menjaga kelestarian di Pegunungan Kendeng, Kabupaten Pati, Rembang dan Grobogan, Jawa Tengah. 

Puluhan aktivis lingkungan di Karawang yang tergabung dalam aksi solidaritas Kendeng juga ikut melakukan pemasungan kaki dengan semen sebagai wujud perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang “pro terhadap pabrik semen bukan pro terhadap Rakyat”, pada Kamis 23 Maret 2017 di depan Kantor Bupati Karawang.

Dimana sebelumnya, warga Kendeng telah memenangkan gugatan di Mahkamah Agung pada 5 Oktober 2016 dan mengabulkan gugatan petani Kendeng dan mencabut izin lingkungan pembangunan dan pertambangan Pabrik PT. Semen Indonesia di Kabupaten Rembang.

 Namun, sangat disayangkan sikap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang dengan kejinya mengeluarkan diskresi dengan memberikan kesempatan kepada PT Semen Indonesia untuk mengkaji ulang amdal perusahaan tersebut. 

Meskipun sudah ada Putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dan perintah Presiden untuk moratorium izin, nyatanya paad 23 Februari 2017 Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengeluarkan izin lingkungan, dan mengabaikan perintah pengadilan dan perintah Presiden.

Dan akhirnya petani Kendeng kembali melakukan sebuah aksi pemasungan kaki oleh semen jili 2 di Depan Istana Negara, sebagai wujud terbelenggunya masyarakat pegunungan Kendeng oleh keberadaan pabrik semen.

 Aksi tersebut dilakukan oleh kurang lebih 55 petani dan sudah berlangsung kurang lebih sepekan hingga saat ini.
Bahkan dari aksi tersebut, salah satu petani Kendeng gugur dalam perjuangannya, yakni Ibu Patmi (48) akibat sakit pasca melakukan aksi pemasungan kaki tersebut. 

Selain  itu, perlawanan petani bukan hanya dilakukan di Kendeng, namun juga dilakukan oleh Petani Telukjambe Barat, Karawang. Dimana ada lebih 100 petani melakukan gerakan jalan kaki menuju istana berharap Presiden menanggapi dan memberikan keadilan terhadap mereka, dan menuntut Presideng Jokowi mengembalikan lahan mereka yang direbut oleh PT Pertiwi Lestari dan mereka juga bergabung dalam aksi masyarakat Kendeng.

Sementara itu, dalam momentum Hai Air juga, mereka pun menuntut bukan hanya kepada Pemerintah Pusat namun Pemkab Karawang untuk mempertahankan wilayah kawasan Karst di Karawang Selatan tetap menjadi Kawasan Lindung Geologi, karena Kawasan Karst sendiri merupakan kawasan bersemayamnya sumber kehidupan atau daur hidrologi Karawang.

Tanpa Petani kita tidak akan pernah merasakan kemerdekaan Bangsa Ini. 

“Lebih baik krisis semen daripada krisis pangan.”#oca.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Kamis, Maret 23, 2017

0 komentar: