Loading...

Dibuka Seleksi Kadishub Karawang

Rokok Gorila Merambah ke Pelajar Karawang

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Selasa, Maret 07, 2017


KARAWANG, PEKA - Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Pedes, Kecamatan Pedes, H Wandiyo didampingi guru PKS Kesiswaan, H Hadi dan guru PKS Kurikulum, Atik Widayanti bersama staf Puskesmas dihadapan 50 orang pelajar dan pengurus OSIS, pengurus PMR mensosialisasikan tentang bahaya penggunaan Rokok Tembakau Gorila dan Narkoba.(07/03/2017).

Ilustrasi Rokok Gorila
Seperti yang dikatakan H Wandiyo, Kepala Sekolah SMPN 1 Pedes Kecamatan Pedes,jangan dianggap persoalan ini sederhana. Pasalnya tidak cukup merasa prihatin lalu dan diamkan begitu saja.

Menurutnya, sudah selayaknya pihak sekolah melakukan langkah yang sifatnya antisipasi mengenai bahaya Rokok  dan Narkoba yang sudah merambah kedunia pendidikan. Apalagi, sasarannya bukan hanya dikalangan Mahasiswa, SMA dan SMK. Malahan sudah menyusupi ketingkat SMP dan SD.

"Maka dari itu, kami bekerja sama dengan pihak Puskesmas Pedes. Berbicara, dihadapan siswa bagaimana bahayanya Rokok dan Narkoba,” jelasnya. 

Ia menjelaskan, perlu diketahui sosialisasi tentang bahaya Rokok dan Narkoba yang dilakukan SMPN 1 Pedes. Berbekal dari BNNK dan Disdik kerjasama untuk cegah bahaya Narkoba.  “Wajar sajalah, bila kami berkiblat ke Dinas Pendidikan pak H Dadan Sugardan. Termasuk, Kepala PGRI pak Nandang Mulyana. Yang telah bekerja sama dengan BNN Karawang untuk pencegahan bahaya Narkoba. Dalam hal ini, kami pendidik dikelas sekolah menengah pertama,” ujarnya.


Pihaknya mengaku menjalankan tugas dan amanah walaupun secara lisan. Namun besar makna dan kewajiban yang harus disampaikan terhadap anak didik tentang bahaya Narkoba. Karena se-usia anak yang masih duduk dibangku SMP masih rentan cara berpikir.

“Sehingga, mudah terkontaminasi ajakan dari temannya. Makanya, dengan spontanitas kami laksanakan sosialisasi anti Narkoba. Mengingat situasi dan kondisinya sudah kritis dikalangan remaja. Kalau bukan kita yang mau peduli untuk generasi penerus mau siapa lagi,”jelas Wandiyo.

Atik Widiyanti, guru kurikulum menambahkan, peserta sosialsasi terdiri dari 50 orang siswa yang diikut sertakan hadir dalam acara sosialisi anti Narkoba. Yakni dari, KM, pengurus PMR dan pengurus OSIS. Tujuannya, yang nanti dari masing masing pengurus menyampaikan mengenai bahaya Narkoba. Kesetiap, temannya terutama bila menggunakan Tembakau Gorila dan Narkoba.


"Yang sekarang sedang ngetren digunakan remaja dikalangan bawah. Jika cara penyampaian nya melalui temannya. Mungkin mereka akan lebih menerima dengan baik. Harapannya, semoga atas terselenggara-nya acara sosialisasi bahaya Narkoba. Dapat mengingatkan anak didik kami dari bahaya Narkoba. Mengingat menimbang anak didik kita adalah merupakan regenerasi penerus. Yang akan menjadi harapan bangsa dan negara. Amiin,” tandasnya.#oca-novi.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Selasa, Maret 07, 2017