Iklan
Loading...

TUTUP BUKU, TUNGGAKAN PAJAK PBB SELALU HANGUS

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Jumat, Maret 24


Karawang, PEKA.- Pungutan Pajak Bumi Bangunan (PBB) akan ditutup 27 Maret ini, namun sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pajak penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini jauh dari harapan sempurna 100 persen. Pasalnya, selain musim panen padi yang tidak stabil, persoalan SPPT dan kepemilikan lahan yang sulit dikejar Bendahara PBB menjadi biang pemasukan yang mubadzir begitu saja.

Staf Bendahara PBB Kecamatan Cilamaya Wetan, Alex Cakim Suryadi mengatakan, akhir maret ini pemasukan PBB akan ditutup buku tahun 2016, namun penagihan dan sanksi denda, tak mengurangi rendahnya pemasukan PBB di desa-desa. Adalah persoalan SPPT dan kepemilikan lahan yang tumpang tindih antara pemilik lama dan baru, menyulitkan setoran PBB, disamping hasil panen yang kurang stabil akhir-akhir ini.

Di Kecamatan Cilamaya Wetan, saja sebut Cakim, jelang akhir tutup buku, pemasukan PBB hanya baru masuk 25 persen daja dari 12 Desa yang ada. Sayangnya, bagi Wajib Pajak (WP) menunggak pajak walaupun ada denda 2 persen tidak cukup jera, apalagi lewat tutup buku, kesannya sudah hangus terbuang percuma saja tanpa sanksi, walaupun pemasukan kurang dari 100 persen dan tidak menjadi piutang ditahun-tahun berikutnya." 27 Maret tutup buku setoran PBB, tapi tetap rendah saja tuh, selain sulit ditagih, sanksinya juga gak berat-berat amat," Keluhnya.

Ditambahkan Alex, semenjak pengelolaan PBB diambil alih UPTD PBB, nasibnya juga masih tidak jelas dibubarkan lagi atau tidak, karena selama ini tidak pernah efektif. Diluar itu sambungnya, tidak pernah ada evaluasi setiap bulannya di DPPKAD seperti tahun-tahun sebelumnya. Karenanya, kondisi semacam ini semakin memperparah minimnya setoran pajak, padahal jika setiap desa dan Kecamatan Full masuk 100 persen, pemasukan PAD ini bisa digenjot lebih optimal." Selain PBB, banyak hal sih yang dipungut juga, PPh dan IRTD juga besar," Pungkasnya.#sr.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Jumat, Maret 24, 2017

0 komentar: