Warga Karangligar Menolak Direlokasi? - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

pasang

Selasa, 28 Maret 2017

Warga Karangligar Menolak Direlokasi?


KARAWANG, PEKA. - Akibat banjir yang terus menerus menimpa Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Timur ada wacara Pemkab Karawang merelokasi warga Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat.

Namun rencana yang santer tersebut mendapatkan penolakan warga. Pemerintah dinilai seharusnya mencari solusi untuk mengatasi banjir bukan malah berencana untuk merelokasi warga.

“Permasalahnya pemerintah tidak serius untuk mencari penyebab banjir. Saya malah berfikir ini ada unsur kesengajaan dengan membiarkan daerah kami kebanjiran,” kata tokoh pemuda Karangligar Asep Saefuloh, kepada wartawan.

Menurut Asep saat ini warga sudah lelah menghadapi banjir yang selalu merendam desa Karangligar. Dalam sebulan kebelakang ini saja warga sudah 6 kali kebanjiran. Setiap kebanjiran warga membawa barang berharga untuk mengungsi kemudian kembali ke rumah setelah surut.

Namun tak lama tinggal di rumah, kemudian banjir lagi hingga kembali membawa barang berharga untuk mengungsi. “Sekarang kampung kami dikenal dengan sebutan kampung gumbal gembol karean sering bolak balik mengungsi,” katanya.

Kendati sering banjir, lanjut Asep, warga menolak untuk direlokasi dari tempat tinggalnya yang sudah turun temurun hidup di Karangligar. Pemerintah seharusnya mencarikan solusi untuk mengatasi banjir.

“Penyebab banjir itu sudah diketahui tapi pemerintah tidak memberikan solusi untuk mencegah banjir,” katanya.

Sementara itu pemerhati lingkungan Nace Permana mengatakan Bupati Karawang Cellica Nurachadiana terkesan tidak berupaya untuk mengatasi banjir di Desa Karangligar. Penyebab banjir karena daerah tersebut merupakan titik pertemuan antara sungai Cibeet dan Citarum.

“Harusnya di buat semacam sumur untuk menampung limpahan air sungai tapi itu tidak dilakukan oleh pemkab Karawang,” jelas Nace.

Nace menduga bupati lebih memilih untuk merelokasi warga setempat dari pada membuat sumur. Apalagi sudah mulai terdengar Desa Karangligar merupakan daerah ‘emas’ untuk dibangun kota satelit oleh konglomerat.

“Desa Karangligar satu-satunya wilayah di Karawang Barat yang berada di pusat kota. Wajar jika kemudian kita curiga wilayah itu sedang diincar pengusaha properti,” ujarnya.

Sementara itu  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Banuara Nadeak mengatakan lahan di Desa Karangligar memang rawan banjir sejak puluhan tahun lalu hingga saat ini.

Pemkab Karawang, saat ini sedang melakukan kerja sama dengan tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memastikan kondisi alam di wilayah tersebut. Tim ahli itu, nantinya akan membuat kajian secara ilmiah mengenai tekstur tanah.#Oca
Posting Komentar