Minat Bertani Warga Karawang Menurun - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

Sabtu, 15 April 2017

Minat Bertani Warga Karawang Menurun


Karawang,PEKA. - Dengan sisa lahan tak kurang dari 100 ribu hektar, minat masyarakat Karawang bertani nampaknya semakin menurun. Apalgi ditengah derasnya petani yang gagal panen dan kualitas harga gabah yang tak menentu, memperparah minimnya jumlah buruh tani dari tahun ketahun, akibat rendahnya kesejahteraan yang didapat.

Disela-sela Penyuluhan Musim tanam Gadu di Kecamatan Lemahabang, Sekretaris Dinas (Sekdis) Pertanian Karawang, Murodi Suruzi mengatakan, ditengah lahan yang menyisakan lebih dari 95 ribu hektar,  tren minat bertani masyarakat Karawang  sejauh ini semakin menurun, karena banyak diantara kaum muda memilih bekerja diluar sktor pertanian. Ini soal kesejahteraan yang setiap tahun jarang didapat petani-petani selama ini, sebab, biaya produksi yang tinggi, obat pengendali hama yang mahal, harus dibayar dengan harga hasil gabah yang rendah. Tak heran, sawah-sawah dipinggir jalanan lebih banyak rontok dijual miliaran ke cukong, ketimbang bertani yang tenyata hasilnya kurang menggembirakan selama ini." Kita perihatin,karena minat bertani dari masyarakat kita menurun, padahal mereka makan dari hasil apa? " Keluhnya.

Murodi menambahkan, Pemerintah harus hadir dalam persoalan ini, karenanya, dulu di era Orde lama, bahkan orde baru, tidak ada pupuk bersubsidi, tidak ada bantuan alsintan semisal Tracktor, bahkan asuransi pertanian, Tapi saat ini, pemerintah mulai memikirkan kesejahteraan petani, karena semuanya ada. Meskipun sambungnya, banyak diantara bantuan-bantuan itu belum merata. Mohon maaf , sebutnya, bisa saja ada bantuan alsintan misalnya, kelompok tani ini ada yang tidak amanah, setengah amanah bahkan amanah. 
Untuk itu, persoalan ini harus dibenahi dimasa-masa mendatang. Sebab, betapapun besar bantuan, jika biaya produksi masih berat, seperti obat pestisida mahal dan harganya masih rendah, petani masih lelah menghadapi persoalan ini." Sekarang banyak bantuan turun, tapi tetap saja harga rendahmah bikin susah petani," Akunya.

Lebih jauh ia menambahkan, pemerintah dalam hal ini Dinas, siapkan bantuan-bantuan pemerataan yang dibutuhkan petani saat ini. Upaya tersebut antara lain, alsintan, benih, pupuk hingga asuransi bisa dirasakan semua petani di Karawang." Benih, pupuk, alsintan hingga asuransi pertanian, Dinas siap fasilitasi pemertaannya kedepan," pungkasnya.

Kelompok Tani Pulojaya, Mahmud mengatakan, biaya produksi sawah sejauh ini masih tidak sebanding dengan hasil yang didapat. Betapapun produksinya tinggi, jika gabah dihargai rendah, petani masih kelimpungan mengembalikan modal. Disisi lain, asuransi pertanian belum menyeluruh didapat. Jika Pupuk urea dan benih di subsidi, Pemkab masih belum beri formulasi soal harga-harga pestisida kimia yang harganya melambung. Apakah mungkin, sebutnya, pestisida maupun insektisida swasta bisa juga disubsidi pemerintah." Harga gabah rendah, gak sebanding dengan harga obatnya yang mahal sekarang mah, apa perlu juga disubsidi?." Tanyanya.#rsg
Posting Komentar