Iklan
Loading...

Minimalisir Kekerasan Anak, Ketua PKK Terjunkan Tim

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Senin, April 24

Karawang, PEKA - Ketua PKK Kabupaten Karawang, Ida Zamakhsyari mengaku prihatin dengan kasus kekerasan terhadap anak yang banyak terjadi di Karawang belakangan ini.

Ilustrasi Kekerasaan Terhadap Anak
Untuk meminimalisir kasus kekerasan terhadap anak ini PKK menerjunkan tim khusus ke Desa-desa memberikan sosialisasi kepada para orang tua dari kalangan-ibu-ibu sekaligus memberikan pemahamanan bahaya melakukan kekerasan terhadap anak. 

Program ini sudah dilaksanakan awal tahun 2017 dan merupakan program prioritas PKK. Program PKK ini bekerja sama dengan unsur pemerintah daerah yaitu P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak).

"Biasanya orang tua apalagi kaum ibu menganggap memukul anak itu hal yang biasa dilakukan oleh orang tua untuk mendidik anaknya. Kita memberikan pemahaman bagaimana mendidik anak tanpa melakukan kekerasan kepada anak. Kita juga menyampaikan jika melakukan kekerasan terhadap anak dengan alasan apapun memiliki resiko hukum yang harus ditanggung orang tua baik ayah ataupun ibunya. Dengan sosialisasi ini kita harapkan dapat memberikan pemahaman kepada orang tua dan sekaligus meminimalisir kasus kekerasan terhadap anak," katanya, Senin (24/4).

Menurut Ida untuk meminimalisir kekerasan terhadap anak PKK Kabupaten Karawang hingga tingkat Desa memberikan sosialisasi kepada masyarakat dalam upaya melakukan pencegahan. Dia menilai kapasitas PKK hanya bisa melakukan tindakan pencegahan dengan cara turun langsung kemasyarakat terutama wilayah yang rawan kasus kekerasan terhadap anak. Setiap pengurus PKK mulai tingkat kabupaten hingga Kecamatan dan Desa harus terjun langsung menemui masyarakat dan melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak.

"Karena ini program prioritas PKK makanya pengurus sampai tingkat Desa harus melaksanakan program ini dan saya selalu melakukan monitoring apakah kegiatan ini dilaksanakan atau tidak," katanya.

Ida mengungkapkan berdasarkankan hasil pendataan kasus kekerasan terhadap anak terjadi karena beberapa faktor, namun yang paling dominan itu karena faktor sosial ekonomi, ekonomi masyarakat. Wilayah yang rawan terjadi kekerasan terhadap anak terjadi diwilayah pedesaan dan juga wilayah pesisir. Untuk wilayah perkotaan jarang terjadi karena faktor pendidikan yang lebih baik sehingga kasus kekerasan terhadap anak lebih sedikit dibandingkan di pedesaan.

"Makanya kami lebih banyak turun ke Desa-desa daripada diwilayah perkotaan karena kasus kekerasan terhadap anak ini lebih banyak terjadi di wilayah pedesaaan. Mungkin karena faktor ekonomi dan juga pendidikan ikut mempengaruhi," katanya.

Menurut Ida dalam menjalankan program pencegahan kekerasan terhadap anak ini pihaknya bekerja sama dengan P2TP2A melakukan sosialisasi ke Desa-desa. P2TP2A dinilai lembaga yang lebih mengetahui secara persisi kasus kekerasan terhadap anak. PKK melakukan sosialisasi melalui jaringan organisasi hingga sampai ke masyarakat. Organisasi PKK yang ada disetiap desa dinilai cukup efektif untuk melakukan pencegahan terhadap anak ke setiap peloksok desa. 

"Kita memiliki pengurus hingga ke tingkat Desa jadi lebih mudah melakukan sosialisasi dan kerjasama dengan P2TP2A penting dilakukan karena lembaga ini yang fokus menangani kasus kekerasan terhadap anak," pungkasnya.#oca-nv.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Senin, April 24, 2017

0 komentar: