Polisi Diminta Berantas Calo Gabah

0

Karawang,PEKA.- Harga gabah tengah stabil lagi dikisaran Rp 4,2 - 4,8 ribu perkilogamnya. Namun, buruh penggarap dan petani, masih mengeluhkan berkuasanya para calo memainkan harga, khususnya calo wilayah. Bahkan, Tengkulak yang hendak membeli gabah petani, ditekan banting harga agar bisa meraup keuntungan dari setiap kwintalan gabah yang diangkut.(06/04/2017).
Salah seorang Petani asal Desa Kiara Kecamatan Cilamaya Kulon, Agus Suryana mengatakan, seminggu terakhir petani di Kiara bertahap masuki masa panen, namun setiap tahunnya aparat keamanan masih belum bisa berbuat banyak memberantai mafia calo yang sering menekan harga ke tengkulak, akibatnya, harga gabah dari tengkulak ke Petani dibanting lebih rendah. Hal itu yang juga dialaminya, sebab untuk varietas Ciherang atau invari saja misalnya, sebenarnya tengkulak bisa mematok harga sampai Rp 5 ribu perkilogramnya, namun karena ulah calo wilayah yang ingin untung, akhirnya menggerek harga lebih rendah menjdai Rp 4,8 ribu, dengan kata lain misalnya dalam 1 ton saja, Calo raup untung Rp 200 ribuan, belum lagi sawah-sawah yang hektaran dengan tonase lebih banyak." Ngambil untungnya memang kelihatan kecil, yaitu cuma Rp 200 perak perkilogramnya, tapi kalau volumenya ton, berapa juta yang ia dapati?," Keluhnya.

Atas kondisi ini, ia meminta aparat keamanan lebih sigap menyikapi para calo dilapangan. Karena, bisa saja dikategorikan Pungli, yang seharunya petani bisa raup untung lebih, menjadi pas-pasan untuk mengembalikan biaya produksi." Itu masuk pungli bukan?, cobalah di tekan sama Polisi," Pungkasnya.#RD.
Posting Komentar