Admin dan Anggota Grup Sosmed Kini Bisa Dipenjara

0
JAKARTA - PEKA - Bukan berita yang heboh sebenarnya saat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan bahwa admin dan anggota grup WhatsApp bisa dipenjara jika terbukti melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), tentu saja setelah melalui proses hukum. Bagaimana pun jika seseorang salah ya harus dihukum.

Ilustrasi WhatsApp
Dikutip dari tribunnews.com (24/5/2017), seperti disampaikan Rudiantara kepada KompasTekno, yang bisa dipenjara tak terbatas pada admin dan anggota grup di WhatsApp saja. Admin dan anggota grup media sosial atau aplikasi pesan instan lain juga bisa diperlakukan sama. Jadi, hati-hatilah mulai sekarang.

Apa yang harus dihindari untuk tidak terjerat? Salah satunya adalah menjaga pembicaraan di grup tidak melakukan pencemaran nama baik atau melanggar pasal-pasal dalam UU ITE.

Ingat, saat ini jika di dalam sebuah grup sosial media, baik WA atau grup sosmed yang lain, jika ada anggota grup yang merasa nama baiknya tercemar dan melapor ke penegak hukum, laporannya bisa diproses. Dan yang bisa masuk penjara bukan hanya admin, anggota grup yang terlibat juga bisa mendekam di penjara.

Lalu apa lagi yang bisa menjerat admin dan anggota grup? Tentang pencemaran nama baik ini, dimuat dalam UU ITE pasal 27 Ayat 3. Selain itu, juga ada larangan soal penyebaran dokumen yang melanggar kesusilaan, dokumen elektronik bermuatan perjudian, pemerasan, dan ancaman.

Permasalahan ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika semua orang bisa menahan diri. Jargon "Saring Sebelum Sharing". Orang dengan mudahnya percaya pada berita yang ia terima dan langsung menyebarkannya tanpa mengetahui kebenaran beritanya.

Permasalahan berita bohong ini bukan hanya menjadi masalah di Indonesia. Seperti diberitakan cnnindonesia.com (2/5/2017), pemerintah Malaysia membuat peraturan yang mengancam memasukkan admin atau pengelola grup Whatsapp jika membiarkan berita palsu beredar di dalam grup yang ia kelola.

Masih di cnnindonesia.com (2/5/2017), Wakil Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Johari Gilani mengayakan admin WhatsApp Grup bisa dibui berdasarkan undang-undang Komunikasi dan Multimedia tahun 1998, khususnya bila mengancam keamanan nasional.

Di Indonesia memang belum ada kasus soal admin atau anggota grup ini. Kasus yang sudah ada, terjadi di India. Di sana, admin WhatsApp dan Facebook bisa dipenjara apabila tak bisa menghentikan berita hoax di grupnya.

Dikutip dari kompas.com (22/5/2017), pernyataan soal hukuman untuk admin WhatsApp Group itu kemudian mendapatkan klarifikasi dari Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia. Isinya menjelaskan bahwa percakapan dalam WhatsApp, WeChat, Viber dan Telegram pada dasarnya bersifat pribadi. Namun pihak berwajib tetap bisa melakukan penyelidikan jika ada pihak yang keberatan dengan konten yang dibagikan dalam grup tersebut.

Meski belum ada kasus yang menimpa admin dan anggota grup sosmed di Indonesia, sebaiknya semua orang bisa menahan diri dan menjaga diri masing-masing. Jangan sampai hanya karena copas, Anda masuk penjara.


Sumber : UCNews
Posting Komentar