Alhamdulillah, Petani Telukjambe Dapat Lahan Garapan Lagi - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

Senin, 15 Mei 2017

Alhamdulillah, Petani Telukjambe Dapat Lahan Garapan Lagi

KARAWANG-PEKA-.Para petani korban konflik agraria di Kecamatan Telukjambe Barat, dipastikan akan mendapat tempat tinggal dan lahan garapan yang baru, setelah ada titik temu anatara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN), serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK).

Wakil Bupati (Wabup) Karawang, Ahmad "Jimmy" Zamakhsyari mengatakan, sebanyak 600 kepala keluarga (KK) petani korban konflik agraria dengan PT. Pertiwi Lestari (PL) akan mendapat lahan seluas 18 hektare untuk membangun tempat tinggal. Selain itu, 500 hektare juga disiapkan untuk area bercocok tanam para petani.

"Menteri ATR, Menteri LHK, dan Staf Kepresidenan Teten Masduki, telah duduk bersama kami Pemkab Karawang. Dan telah disepakati, untuk menyelesaikan masalah konflik agraria. Kementerian LHK menyediakan lokasi untuk bercocok tanam seluas 500 hektar, untuk lokasinya masih diatur oleh pihak kementerian," katanya, Senin (15/5).

"Sementara terkait 600 KK petani yang belum tercover dalam kebijakan sebelumnya, 18 hektare telah disiapkan di lahan PT PL untuk membangun rumah para petani yang 600 KK itu. Kurang lebih 300 meter per KK, dan posisinya di luar pagar. Jadi nanti pagar yang dudah dibangun oleh PT PL akan dipindahkan," kata Wabup Jimmy lebih lanjut.

Disampaikannya, kebijakan tersebut tidak akan mengganggu program Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang telah ada dan berjalan sebelumnya. "Jadi lahan garapan yang 500 hektare ini, tidak akan mengganggu. Malah dengan adanya kesepakatan ini, pihak Kementerian LHK akan sekaligus menata ulang keberadaan LMDH," kata Jimmy.

Pemkab Karawang juga berencana menjadikan lahan seluas 500 hektare tersebut, sebagai pusat budi daya tanaman holtikultura. Sehingga ke depannya, kata Wabup Jimmy, Karawang akan mempunyai keunggulan dalam bidang pertanian selain tanaman padi. Dengan begitu, para petani penggarap akan terbantu penghasilannya dengan hal tersebut.

"Kita juga minta untuk wilayah kehutanan di Karawang yang 500 hektare itu, untuk dijadikan kebun holtikultura untuk pengembangan seperti pisang dan jeruk. Tapi nanti kita sesuaikan juga dengan kondisi tanah dan suhu, tanaman apa yang benar-benar cocok," katanya.

Wabup Jimmy memastikan, lahan seluas 18 hektare yang diberikan pada 600 petani untuk membangun tempat tinggal, tidak boleh diperjual belikan kepada pihak manapun untuk dirubah fungsinya menjadi kawasan industri. Karena akan dimasukan dalam kebijakan pengembangan pertanian di Karawang.

"Kita akan buatkan surat legal bagi para petani tersebut lewat surat keputusan (SK) Bupati Karawang, agar lahan yang 18 hektare itu kedepannya tidak diperjual belikan oleh para petani penggarap yang 600 KK. Kurang lebih butuh waktu 2 minggu untuk pengkaplingan," katanya.#oca.
Posting Komentar