Asyik, Pencairan Sertifikasi Selangkah Lagi - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

pasang

Jumat, 19 Mei 2017

Asyik, Pencairan Sertifikasi Selangkah Lagi

KARAWANG, PEKA. - Meskipun bulan Mei dianggap paceklik bagi tenaga pendidik tingkat SD dan SMP lantaran Bos dan sertifikasi belum turun, namun kabar gembira dua dana itu akan segera cair dipastikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang.

Ilustrasi
Dikatakan Kasie Keuangan Disdikpora Karawang, Drs Ocid Rosidin, sertifikasi guru diperkirakan cair tidak lewat bulan Mei ini. Lamanya pencairan di Karawang untuk tunjangan dari Januari-Maret tersebut, karena menunggu SK dari Kementrian secara kolektif yang tidak berbarengan. Berbeda dengan Purwakarta dan Subang sebutnya, disana jika SK sertifikasi sudah turun, itupun di cicil, sehingga guru disana ada yang sudah menikmati sertifikasi ada pula yang belum. Sementara di Karawang, pihaknya menunggu semua SK turun baru sertifikasi dicairkan. Kareanya, kepada para guru dimohon bersabar, karena saat ini semua SK dan pemberkasan sudah selesai semua, tinggal menunggu turunnya sertifikasi tersebut, khusus Januari-maret.


"Kita ingin SK kolektif dulu, gak di cicil sehingga pas pencairan sertifikasi ya semuanya merata," Ujarnya.
 

Mantan Kepala UPTD Pendidikan Cilamaya Kulon ini menambahkan. Selain sertifikasi, dana BOS juga menjadi keluhan para guru. Ocid menyebut, dana Bos sudah transit di DPPKAD, namun masih menunggu DPA dari sekolah yang sampai saat ini belum juga selesai. Tapi menurut informasi, semua DPA sudah selesai, semoga saja BOS ini tidak lama lagi juga sama pencairannya, sebab, ia maklumi banyaknya kegiatan sekolah yang menelan banyak biaya, termasuk pengawasan selama UN kemarin-kemarin. Sehingga, sebelum puasa baik sertifikasi maupun BOS sudah ada, tinggal menjelang Lebaran nanti, mungkin menantikan gaji ke 13 dan 14.

"Bos semua DPA nya sudah selesai, tinggal di cairkan, semoga bisa cepat, kasian sekolah," Ujarnya.
 

Sebelumya, Kepala SDN Lemahmukti 2, Muhtadin S.pd mengatakan, banyak selentingan yang menyebut apakah UN akan dilaksanakan atau tidak 15 Mei ini. Sebab, dana BOS selama 6 bulan ini tidak kunjung turun, sementara seabreg kegiatan sejak Januari juga masih belum terbayarkan sempurna. Agak ringan sebut Muhtadin, jika BOS belum cair tapi setifikasi sudah turun bisa ditalangi dulu, tapi kenyataannya, sertifikasi guru juga tak kunjung cair dan malah baru mulai pemberkasan. Ini beda dengan Kabupaten lain seperti Subang dan Bekasi yang sudah turun semuanya. Wajar saja, jika Guru dan Kepala SD mempertanyakan, kapan semuanya akan turun, apalagi menjelang UN saat ini.

"Kegiatan banyak dana tidak ada, darimana mencarinya, yang penting sekarang Kepsek nyari duit saja dulu jelang UN mah," Sindirnya.

Muhtadin menambahkan, pelaksanaan UN dalam rapat disepakati melalui Pengawas Silang antar SD, karenanya selain harus menyiapkan konsumsi juga uang transport pengawasannya. Wal hasil, disepakati honor pengawasan selama UN adalah Rp 100 ribu perorang. Dalam satu SD, bisa terdapat 2 sampai 3 ruangan dengan jumlah pengawas 2 orang peruangan, artinya, sekolah harus menyiapkan honor transportnya secara utuh tanpa dihutang. Untuk itu, pihak sekolah putar otak mencari sumber keuangan untuk pelaksanaan UN saat ini, maka jika sertifikasi belum cair, bisa dicari pinjaman ke Bank, atau juga Koperasi guru. Sayangnya, di Koperasi guru juga dibatasi nominalnya.


"Honor pengawas disepakati Rp 100 ribu selama UN, kita nyari dimana uangnya?." Keluhnya.#Rs-fr.
Posting Komentar