Belum Ada Larangan, Penjual Kembang Api Menjamur di Rengasdengklok - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

Senin, 08 Mei 2017

Belum Ada Larangan, Penjual Kembang Api Menjamur di Rengasdengklok

KARAWANG, PEKA - Seperti biasa, pedagang kembang api dan petasan secara perlahan mulai marak bermunculan di beberapa titik lokasi pasar tradisional Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, jelang bulan Ramadhan tahun  2017. Kendati, bulan ramadhan bakalan jatuh sekitar dua pekan mendatang, hingga kini pemerintah daerah belum sampai memberlakukan larangan terkait peredaran petasan di wilayah Karawang Utara.
Pantauan PEKA, para pedagang musiman tersebut tersebar dari pintu masuk hingga ke dalam lokasi pasar tradisional Rengasdengklok, ada pula di pinggir-pinggiran trotoar jalan seperti di depan Mesjid Rengasdengklok tepat di halaman kantor kecamatan lama.


Haryadi, salah satu pedagang kembang api mengaku sudah sejak dua minggu mulai berjualan kembang api di lingkungan pasar Rengasdengklok. Hingga kini, pedagang musiman asli dari Kabupaten Bekasi ini mengakui tidak sampai berani memperdagangkan petasan kendati banyak permintaan menjelang puasa tahun ini.

"Selama berjualan kembang api saja lumayan hasilnya, minimal kita dapat Rp 150-175 ribu per hari," kata haryadi, saat di temui sedang berjualan di lapaknya, kamisminggu (7/5).

Haryadi mengatakan, dagangan musiman sejenis kembang api dibeli dari salah satu agen di wilayah kota Jakarta. Karena itu, pedagang dadakan ini tidak membutuhkan modal terlalu besar, cukup hanya dengan uang cash sebesar Rp1 juta bisa memperdagangkan 20 macam jenis kembang api.  Kembang api tersebut bermacam model, ada yang berbentuk kupu-kupu, kembang api bola-bola, kembang api rudal, dan kembang api naga. "Semuanya produk dari China, karena harganya murah dan banyak macamnya di Jakarta,"jelasnya.

Firman, salah satu pedagang kembang api lainnya juga menambahkan, selain berjualan berbagai jenis kembang api, jelang ramadhan tahun ini mengaku nekad berjualan petasan kendati hanya dengan daya ledak kecil. Pasalnya, padagang musiman ini mengaku tidak memiliki pilihan lain untuk berjualan agar bisa mendapatkan untung selama bulan Ramadhan. "Yah lumayan hasilnya biar ngumpet ngumpet jualannya, minimal ada tambahan pemasukan untuk lebaran dan biaya puasa,"Ujarnya.#Dzr
Posting Komentar