Dapat Solusi dari Jokowi, Petani Telukjambe Karawang Bersyukur

0

Jakarta, PEKA. - Usai berjuang menuntut haknya, termasuk berunjuk rasa dengan mengubur diri, petani Telukjambe sekarang dijanjikan mendapatkan lahannya. Presiden Joko Widodo adalah pihak yang turun tangan melalui Menterinya mencarikan solusi. Kini petani Telukjambe bersyukur.
Aksi Unjuk Rasa Kubur Diri Petani karawang 

"Alhamdulillah sudah ada solusi. Presiden menugaskan dua Menteri untuk menyelesaikan konflik antara petani dan perusahaan," kata Ketua Umum Serikat Tani Telukjambe Bersatu, Maman Nuryawan,Minggu (7/5/2017).

Dua Menteri yang dimaksud adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Dia percaya lahan yang dijanjikan Jokowi bakal terealisasi dan bisa digunakan untuk hidup dan bercocok tanam, segera.

"Walaupun belum di tangan, sudah sesuai yang kami harapkan. Jokowi memberikan hak atas tanah untuk petani," kata Maman. 

Soal besaran berapa hektare luas lahan yang dijanjikan Pemerintah kepada petani Telukjambe, Maman belum menerima kejelasannya. Soalnya Sofyan Djalil akan terlebih dahulu mengunjungi para petani di Rumah Dinas Bupati Karawang, pada Kamis (11/5) nanti.

"Masalah luas lahan, Pak Sofyan Djalil belum bisa mengutarakan. Nunggu hari Kamis akan mengunjungi petani yang ada di Rumah Dinas Bupati Karawang," tutur Maman. 

Lahan yang dijanjikan itu berada di sekitar lokasi semula. Sebelumnya, perwakilan petani telah bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan pada Rabu (3/5) lalu. Saat itu dijanjikan, solusi akan muncul dalam kurun waktu tiga hari.

Petani menempati kawasan sejak 1962. Pihak perusahaan kemudian mengklaim sebagai pihak yang sah menduduki lahan seluas 791 hektare itu mulai 2012.

Ada tiga desa yang dinyatakan petani mengalami konflik, yakni Margakaya, Wanajaya, dan Margamulya. Ada 600 sampai 800 orang petani di situ yang merasakan intimidasi. Mereka mengaku rumah-rumah warga dirobohkan dan lahan pertaniannya dihancurkan. 64 Anak menjadi putus sekolah selama delapan bulan karena konflik agraria ini.



Sumber  : detikcom, 
Posting Komentar