Kadin Mengaku Kecewa Atas Putusan Dewan Pengupahan

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Selasa, Mei 9

KARAWANG, PEKA. - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten  Karawang kecewa dengan keputusan Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat yang menyetujui Kenaikan Upah Sinimum Sektor Kabupaten (UMSK) seperti yang diajukan Bupati Karawang.

Ilustrasi
Bupati Karawang merekomendasikan kenaikan UMSK I dari Rp 3.332.735 jadi Rp 3.616.017 atau naik 8,5%. UMSK II naik 9 % jadi Rp 3.949.887 dari Rp 3.623.750. UMSK III naik 9,5% menjadi Rp 4.151.145 dari Rp 3.791.000, dan UMSK IV naik 10,5 % menjadi Rp 4.207.536 dari sebelumnya Rp 3.807.725.
Dewan Pengupahan akan menyampaikan hasil sidang pleno ini kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk kemudian disahkan dalam bentuk surat keputusan.
Ketua Kadin Karawang Fadludin Damanhuri mengingatkan ada 12.000 buruh pabrik tekstil sandang dan kulit (TSK) yang terancam menganggur disebabkan pengusaha tidak mampu membayar gaji setinggi itu.
UMSK yang baru diputuskan Dewan Pengupahan terlalu besar dan tidak rasional. Ini menciptakan ekonomi biaya tinggi yang pada gilirannya akan mengganggu perusahaan.
“Tapi saya yakin jumlah ini akan bertambah jika gubernur menandatangi rekomendasi itu karena ada sejumlah perusahaan yang sudah ancang-ancang akan pindah,” ujarnya.
Untuk itu Fadludin meminta gubernur tidak menandatangani keputusan Dewan Pengupahan itu.
“Kalau rekomendasi itu ditandatangani gubernur, saya pastikan Karawang bukan lagi daerah yang diminati investor. Perusahaan yang sudah beroperasi saja sudah memutuskan akan pindah, apalagi perusahaan yang baru akan masuk. Tentunya mereka berpikir dua kali masuk Karawang,”pungkasnya.#oca-fr.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Selasa, Mei 09, 2017
Loading...