Mayat Korban Penganiyaan Mengambang di Kali Layapan - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

Jumat, 12 Mei 2017

Mayat Korban Penganiyaan Mengambang di Kali Layapan

KARAWANG, PEKA. - Masyarakat Dusun Bengle RT 01/01 Desa Pancakarya digegerkan penemuan mayat mengambang di Kali Layapan Jumat pagi 11/6. Mayat yang teridentifikasi bernama Sarka Wibisono asal Desa Lemahsubur, Kecamatan Tempuran ini, diduga menjadi korban penganiayaan begal. Itu nampak dari luka bacokan yang nampak dibagian kepalanya hingga membuat nyawanya melayang.

Foto Mayat Penganiayaan Mengambang di Kali Layapan
Kades Pancakarya, Atta Sutisna Jilun mengatakan, sekitar pukul 06.30 pagi, salah seorang petani biasa melintasi jalan bedeman layapan di Dusun Bengle, namun di jumat pagi tepatnya di RT 01/01 Desa Pancakarya, dikagetkan dengan munculnya pria mengambang dengan lengkap dengan pakaian  Switer Hitam dan kaos dalam warna oranye dengan celana jeans panjang warna hitam. Usut punya usut, ternyata pria mengambang tersebut sudah tidak bernyawa hingga membuat geger masyarakat setempat. Diduga, Korban yang teridentifikasi asal Dusun Jarakah Desa Lemahsubur tersebut, jadi korban begal, sebab nampak jelas luka bacokan dibagian kepalanya yang berdarah-darah.

"Mayat mengambang bikin geger di Kali layapan, diduga korban begal karena ada luka bacokan dikepala," Ujarnya.
Jilun menambahkan, terlepas yang bersangkutan jadi korban begal atau penganiayaan murni dan dibuang ke kali, yang jelas korban yang berusia sekitar 45 tahunan tersebut, sudah dievakuasi oleh anggota Polsek Tempuran, karena dikenal identitasnya bukan dari KTP dan lainnya, melainkan dari orang yang mengenalnya asal Lemahsubur.

"Usiaya sih sekitar 45 tahunan, petani gak ada yang berani mendekat dan memilih melapor ke Desa dan Mapolsek," Ujarnya.
Kapolsek Tempuran, Akp Nana Sutisna mengungkapkan,  sekira pukul 06.30 Wib, Polsek Tempuran menerima laporan tentang temu mayat/orang meninggal dunia. Identitas korban diketahui bernama Sarka Wibisono (45). Saat ditemukan mengambang, korban tengah menggunakan kaos warna Switer Hitan dan kaos dalam warna orange dengan celana panjang Jeans warna Hitam, Diduga sebut Nana, korban meninggal akibat penganiayaan, yang mana pelakunya sampai saat ini masih dalam Lidik Polsek Tempuran.

Kronologisnya sendiri sebut Nana, saksi 1 bernama Asep awalnya melihat ada orang terapung dalam posisi telungkup dan tidak bergerak dikali layapan, setelah didekati bersama teman lainnya, ternyata korban sudah Meninggal Dunia. Setelah itu, sambung Nana, para saksi langsung menghubungi Anggota Polsek  Tempuran yang sedang piket di Mako.

"Anggota langsung mendatangi TKP dan mengamankan lokasi sekaligus mencari dan mengamankan barang bukti, korban langsung di bawa ke RSUD  Dibuatkan Visum et Repertum.," pungkasnya.#Rs-fr.
Posting Komentar