Loading...

Pembangunan SMAN 1 Cibuaya Diduga Bermasalah

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Minggu, Mei 28, 2017

KARAWANG - PEKA - Pembangunan lokasi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cibuaya menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat. Selain menjadi simbol kemajuan dalam dunia pendidikan Karawang karena berhasil membangun gedung baru, disisi lain terkait pengadaan lahan seluas 1 hektar yang berlokasi di dusun Tegal Amba desa Kedungjaya kecamatan Cibuaya diduga terindikasi bermasalah.
Ilustrasi Pembangunan Sekolah SMAN 1 Cibuaya

Hal tersebut diungkapkan Wakil ketua 1 DPRD Karawang, Sri Rahayu Agustina yang turun langsung mengecek kebenaran tersebut berdasarkan adanya laporan dari tokoh masyarakat Cibuaya kepadanya.
 
Tokoh masyarakat Cibuaya mengeluhkan Sekolah SMAN 1 Cibuaya yang konon katanya SMA tersebut, tempatnya tidak layak, dan lahannya tidak layak karena lahannya adalah lahan yang gampang terkena banjir.

Masih kata dia, masalah ini harus menjadi kajian kita bersama karena apapaun pembelian lahan ini dibiayai oleh Pemerintah Karawang dan pembangunannya pun dianggarakan oleh APBD.

"Apapun masukan dari masyarakat harus kita kaji bersama harus, kita harus telusuri kebenarannya, kalau ini benar, kami pertanyakan kepada dinas terkait kenapa bisa seperti itu dan berapa anggaran sesungguhnya untuk pembelian lahan itu, jadi kita tidak mau prasangka dan prasangka dulu. Tapi kita akan melihat real dan bukti fakta keterkaitan dengan anggaran pembelian tanah 2016 kemarin," jelasnya.

Dikatakannya, benar atau tidaknya, dirinya tidak bisa bicara. Kabar yang ia terima bahwa anggaran itu dianggarkan sebesar Rp 1 milyar  untuk pembelian tanah dan pembelian tanah itu dilakuan sebesar Rp 700 juta.

"Nah ini kan temuan kita dilapangan seperti itu, jadi buat saya benar dan tidaknya akan kami tanyakan pada dinas terkait, karena saya juga tidak mau menduga-duga dan mengaada-ngada. Takutnya menjadi salah persepsi, barangkali dengan yang kita tahu itu anggaranya pembelian tanah itu ada beberapa sekolah atau kecamatan jadi akan kita pertanyakan anggaran yang dibutuhkan oleh Cibuaya itu berapa? Nanti setelah itu kita akan kaji sedetail mungkin tentang pembelian tanah," ucapnya.

Masih kata dia, kita tidak tahu apakah anggaran tersebut dinaikkan atau tidaknya. Dirinya akan akan menelusuri sejauh mana anggaran tersebut digunakan.

"Nanti kita akan cek dengan NJOP nya seperti apa, saya tidak mau mengada - ngada, silahkan kroscek ke lapangan. Dikaitkan dengan anggarannya seperti apa di tahu 2016 kemarin. Fungsi kami adalah pengawasan, kalau memang ada mark up atau apapun itu urusan yang berwajib," pungkasnya.

Sementara itu, Tarjan Sujana, warga desa Kedungjaya Kecamatan Cibuaya, selaku penjual tanah tersebut membantah rumor tentang adanya mark up dan tidak sesuai dengan NJOP. Menurutnya segala sesuatunya sudah sesuai dengan prosedur dan diketahui Disdikpora Karawang.

"Yang saya dengar pembelian tanah seharga Rp 700 juta itu tidak benar, yang saya terima sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan pemda Karawang sebesar Rp 98.000 per meter bukan sebesar Rp 70.000 per meter. Dan pembayarannya pun langsung masuk ke rekening tidak melalui calo atau makelar,"ujarnya.

Dia mengatakan, sebagai pemilik lahan, dirinyalah yang mengajukan langsung proposal kepada Disdikpora Karawang. Karena dialah pemilik dari lahan seluas 1 hektar di desa Kedungjaya yang saat ini sedang dalam proses pembangunan sekolah SMAN 1 Cibuaya.

"Saya tekankan rumor itu sama sekali tidak benar. Kita seharusnya berterimakasih karena masih ada orang yang peduli terhadap pendidikan dengan memperjuangkan adanya sekolah khususnya di kecamatan Cibuaya ini," pungkasnya.#oca-fr.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Minggu, Mei 28, 2017