Loading...

Sawah di Wadas Mulai Kurang Air

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Kamis, Mei 25


KARAWANG, PEKA. - Puluhan Hektar sawah digolongan air 2 di desa Pulojaya Kecamatan Lemahabang dan Kiara Kecamatan Cilamaya Kulon mulai kekurangan air. Hal itu dipicu lantaran mampetnya saluran sekunder akibat tengah ada proyek pekerjaan dari pihak PJT II, meskipun air terbilang cukup, namun pengaturan air untuk sawah yang mulai semai tersebut masih dianggap kurang para petani.

Ilustrasi
Kades Pulojaya Solehudin mengaku heran dengan laporan dari sejumlah petani, pasalnya sekitar 50 hektaran sawah di Desanya, termasuk Kiara Kecamatan Cilamaya Kulon yang berbatasan dikabarkan kekurangan air. Utamanya di golongan air 2 yang rata-rata baru semai. Saat di cek, ternyata, saluran air sekunder yang datangnya dari daerah Ceplik ada pekerjaan penggarapan, sehingga sesekali kemungkinan menghambat masuknya air ke wilayah desanya. 

Pembangunan turap yang dikerjakan PJT II, diakui Soleh memang bagus untuk pembangunan, namun jangan sampai air yang mengairi sawah diwilayahnya sesekali dibendung dan terhambat, sebab seminggu terakhir, dimulainya musim tanam rendeng ini, petani tengah membutuhkan air yang cukup. Karenanya, sebut Soleh, dirinya meminta pihak PJT II bisa mengatur sedemikian rupa, minimalnya malam hari agar air dibuka agar tidak menuai banyak keluhan dari petani.

"Ada sekitar 50 hektaran yang baru semai kekurangan air, ternyata ada proyek turap. Tapi kita minta airnya diatur biar tetap lancar," pintanya.

Menanggapi hal itu, Kepala PJT II Sektor Telagasari, Sukirman mengatakan, respon dan keluhan petani termasuk kepala Desa memang diharapkannya dan tanggap melapor, apalagi saat kekurangan air. Sebab, sejauh ini pihaknya jamin ketersediaan air utamanya disaluran sekunder, karena TMA dari Jatiluhur kondisinya masih normal, sehingga selama tahun ini, 105 ribu hektar sawah ketersediaan airnya terjamin,  dimana kebutuhan industri hanya 1,5 persen dan selebihnya untuk pertanian. Jika ada kekurangan dilapangan, teknisnya bisa dikoordinasikan dan melapor keada petugasnya. Karenanya, kaitan yang terjadi di Pulojaya, usai Minggon, pihaknya langsung cek kelapangan kaitan kendala air yang terhambat masuk, untuk kemudian ditindaklanjutinya.

"Kita usai minggon cek langsung ke lokasi, tinggal ditindaklanjuti," ujarnya.

Sukirman menambahkan, di Lemahabang ini luas lahan pertanian mencapai 12 ribu hektar, dimana airnya dipasok dari Jatilihur. Ia meyakinkan, saat ini 25 kubik air cukup, jika ada kekurangan dilapangan, bisa koordinasikan langsung, karena pihaknya siap sediakan air. 

"25 kubik air cukup, jadi kalau ada kekurangan langsung melapor," Pungkasnya.#rs-fr.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Kamis, Mei 25, 2017