Iklan
Loading...

Siswa Madrasah Jago Sinden Jaipongan

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Senin, Mei 22

KARAWANG, PEKA. - Lepas kelas IX, siswa/i Madrasah Tsanawiyah (Mts) Ghoyatul Jihad Telagasari jago suguhkan beragam seni sunda lazimnya sekolah umum. Mulai rampak jaipong, upacara lengseran hingga seni lainnya tumplek disuguhkan dihadapan guru dan Muspika Kecamatan yang hadir dalam kegiatan perpisahan tersebut.


Foto Siswa Madrasah Jago Sinden Jaipongan
Kepala Mts Ghoyatul Jihad Drs H Oyok Abdurahman, megatakan,  setelah menempuh UN, sebanyak 197 siswanya saat ini masih belum menerima kesimpulan lulus atau tidak, sebab pengumumannya akan dilangsungkan 2 Juni mendatang. Itupun akan diterima langsung oleh para orangtua/wali murid yang diundang pihak madrasah. Apapun hasilnya nanti, secara simbolis saat ini, pihak Madrasah selenggarakan pelepasan jelang persiapan para siswa melanjutkan ke jenjang berikutnya. Sebab, dalam waktu yang tidak begitu lama lagi, kelas IX ini akan berganti pakaian dari putih biru menjadi putih abu-abu, karenanya, guru dan dirinya menaruh harapan besar agar semua kelas IX ini lulus semua tanpa ada yang tertinggal.


"Kita lepas secara simbolis, dengan penuh harapan mereka lulus semua dan bersiap diri berganti pakaian menjadi putih abu-abu dan diterima dengan lancar," Ungkapnya.


Lebih jauh Oyok menambahkan, sebelum berpisah bersama sekolah dan guru-guru, dirinya berikan pesan pada anak-anak, agar kiranya bisa menjaga nama baik almamater. Sebagaimana pengajaran yang sudah disampaikan selama menempuh pendidikan 3 tahun terakhir, baik akhlaknya, adabnya hingga etikanya harus senantiasa sesuai tuntunan syariat dan tidak boleh menyimpang dari kekhasan Mts Ghoyatul Jihad ini, dimanapun berada. Sebab, perpisahan di Madrasah, bukanlah akhir segalanya termasuk perjuangan, karena didepan sana masih panjang cita-cita dan tantangan yang akan dihadapi. 

"Yang baik-baik bisa dijadikan contoh, yang buruknya hilangkan dan tidak boleh diikuti," Pesannya.#rs-fr.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Senin, Mei 22, 2017

0 komentar: