Tiga Tahun Berlangsung Rapot Merah Pemkab Karawang - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

pasang

Kamis, 04 Mei 2017

Tiga Tahun Berlangsung Rapot Merah Pemkab Karawang

KARAWANG, PEKA - Priharin. Karawang dengan APBD 4 Trilyun dan potensi tinggi dari sektor industri, pertanian dan sebagainya. Namun disayangkan, kota penyanggah ibu kota ini mendapatkan raport merah yang diraih Kabupaten Karawang dari hasil evaluasi akuntabilitas, kinerja pemerintah yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dengan nilai C menunjukan program pembangunan yang dilaksanakan kota lumbung padi ini gagal.

Kota Karawang
Parahnya hal itu terjadi selama 3 tahun berturut-turut mulai tahun 2014, 2015, 2016 mendapatkan penilaian C yang artinya buruk. 

Berdasarkan penilaian Akuntabiltas Kinerja Pemerintah (AKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara menyebutkan Kabupaten karawang pada tahun 2014 mendapat nilai 52,91 dengan tingkatan C, kemudian tahun 2015 mendapat nilai 47,21 dengan tingkatan C, tahun 2016 mendapat nilai 48,18 dengan nilai C. Adapun komponen yang dinilai yaitu perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi internal dan capaian kinerja. Dari komponen ini Karawang paling tinggi mendapat nilai bobot 30 yaitu komponen perencanaan kinerja, sedangkan komponen capaian kinerja hanya mendapat bobot 20.

Menurut Rektor Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, Deddi Mulyadi, mengatakan penilaian kinerja pemerintah kabupaten Karawang tentunya sudah berdasarkan standar yang sudah ditentukan. 

Penilaian memiliki barometer yang harus dicapai. Jika capaian kinerja tidak sesuai yang diharapkan harus dilakukan perencanaan ulang untuk capaian tersebut. Salah satu syarat yaitu manajemen pemerintahan harus memiliki sinergis antara satu bidang  dengan bidang yang lainnya. 

"Tidak bisa sebuah capaian dalam organisasi pemerintahan sibuk sendiri-sendiri sehingga lupa dengan target capaian kinerja. Untuk itu mulai dari perencanaan, pengorganisasian hingga kontroling harus berjalan bersama. Siapa mengontrol siapa tidak bisa dilakukan oleh satu orang tapi harus secara bersama-sama. Jadi tidak hanya Sekda yang melaksanakan ini tapi semuanya," katanya di temui di UBP, Kamis (4/5).

Menurut Deddi dalam manajerial pemerintahan proses capaian pembangunan harus dilakukan bersama diseluruh bidang mulai dari perencanaan, pengorganisasian hingga kontroling. Jika sebuah capaian tidak memenuhi target capaian harus dilakukan perencanaan ulang hingga target capaian pembangunan terpenuhi.

"Setiap proses capaian itu dilakukan kontroling dan jika memang belum tercapai dianalisa dan dilakukan perencanaan ulang. Jika masih seperti itu berarti harus ada yang dilakukan lagi seperti meningkatkan manajemen kualitas ASN. Manajemen kualitas ini penting agar pembangunan bisa tercapai sesuai keinginan masyarakat," pungkasnya.#oca-nv.
Posting Komentar