Iklan
Loading...

Waspada Tabungan Siswa di Hutang Sekolah

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Jumat, Mei 19

KARAWANG, PEKA. - Rajin pangkal pandai dan Hemat pangkal kaya adalah slogan yang tercantum dalam setiap buku tabungan siswa. Namun, disaat kondisi sekolah paceklik, oknum guru dan Kepsek justru malah getol meminjami tabungan siswanya. Jelang dibagikannya raport 17 Juni nanti, pengawas UPTD mngultimatum guru dan Kepsek agar siap-siap segera membayarkan hak tabungan siswa tersebut.
Ilustrasi
Dikatakan Pengawas UPTD Pendidikan Kecamatan Telagasari, Ade Sukardi S.pd, dibagikannya raport siswa dalam kalender akademik adalah 17 Juni, diharapkan tabungan siswa bisa diberikan seminggu sebelum tanggal tersebut. Memang, sebagian sekolah ada yang memilih menitipkan hasil uang tabungan siswa tersebut di Bank dan Koperasi, tapi tidak sedikit juga yang meminjaminya untuk operasional sekolah disaat musim paceklik. Tapi yang jelas, terhutang tetaplah terhutang yang harus dibayarkan, jangan sampai setelah dibagikannya raport, banyak orangtua/wali murid menagih-nagih uang tabungan siswa. Karenanya, hak itu harus diberikan selambat-lambatnya seminggu sebelum pembagia raport.

"Sebentar lagi nanti mau bagi raport, tabungan siswanya harus dibayarkan segera, jangan ada istilah guru atau sekolah ngutang ke tabungan siswa," tandasnya.
Lebih jauh Ade menambahkan,  gejala pinjaman oleh guru dan Kepsek itu memang selalu ada. Namun yang penting pas saat dikeluarkan harus ada. Dulu kenangnya, sebenarnya era Dadang S Muchtar, sempat ada larangan menabung disekolah, ini bukan tanpa dasar, sebab yang ia rasakan memang lebih banyak madharatnya ketimbang manfaat. Apalagi, yang sekarang menabung itu bukan didorong dari pendidikan menghemat, melainkan titipan orang tua saja, lain halnya dulu, anak-anak siswa itu menabung bear-benar dari uang yang disisihkannya dari jajan. Saat ini, menabung disekolah  bisa menjadi petaka bagi guru, apalagi yang doyan meminjaminya. Bahkan, peluang itu besar, seandainya Gaji PNS sudah min, kemudian sertifikasi digadaikan ke rentenir dan lainnya. Maka saat dibuka tabungan, sebut Ade, Khawatir tabungan tidak kembali, apalagi saat ini, dimana sertifikasi dan bos belum juga cair.

"Bagaimana kalau menabung di guru yang Gaji sudah mentok, sertifikasi sudah digadai di Koperasi? Apa masih dipercaya?" Tanyanya.#Rs-fr.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Jumat, Mei 19, 2017

0 komentar: