Loading...

BM PAN Tak Segan Polisikan Amen

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Minggu, Juni 18, 2017

KARAWANG, PEKA - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Barisan Mudah Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Karawang mengingatkan kepada pihak Sinarmas Group perusahaan broker tanah untuk segera dan tidak usah bertele-tele untuk mengembalikan tanah warga di Desa Mulyasejati Kecamatan Ciampel Karawang yang telah dirampas oleh anak-anak perusahaan Sinarmas Group.

Ilustrasi
"Kami tidak habis pikir atas sikap Sinarmas Group yang bertele-tele meminta banyak waktu untuk mengembalikan tanah warga yang dirampasnya di Desa Mulyasejati. Padahal saat merampas tanah warga di sana Sinarmas Group tidak pernah meminta waktu kepada pihak manapun," ungkapnya Ketua DPD BM PAN Karawang, Dadi Mulyadi (18/06/2017) kepada Waratwan.

Menurut Dadi pihaknya sudah melakukan plotting bidang-bidang tanah di BPN Karawang dan cek fisik lapangan yang sebelumnya diduga dirampas oleh anak-anak perusahaan Sinarmas Group. 

"Dan hasilnya mencengangkan. Semua bidang tanah bersertifikat Hak Milik yang kami plott itu sudah masuk ke dalam SHGB PT Pravesa dan PT Pravata. Begitupun dengan 6 bidang alas hak AJB dinyatakan masuk ke dalam SHGB perusahaan tersebut. Bidang-bidang tanah yang kami plotting baru sebagian kecil saja" bebernya.

Sungguh luar biasa kejahatan yang dilakukan Sinarmas Group, dengan memainkan peranan BPN juga kepala desa pada waktu itu dalam perampasan puluhan hektar bidang-bidang tanah milik warga yang bersertipikat Hak Milik dan AJB kemudian dengan mudahnya beralih hak begitu saja kepada anak-anak perusahaannya. Tapi Sinarmas melalui Amin Supriyadi alias Ko Amen tidak mengakui pihaknya telah merampas tanah milik orang lain. 

"Sehebat apapun Ko Amen berkilah, kami bisa buktikan bahwa itu kasus perampasan/penggelapan tanah" tegasnya.

Diceritakan Dadi, ada bukti dari salah seorang warga korban perampasan tanah yang menuturkan bahwa sekitar tahun 2014 dirinya pernah bernegosiasi dengan pihak perusahaan dengan membawa bukti kepemiikan tanah dalam bentuk SHM dan kemudian meminta pihak perusahaan untuk segera mengembalikan tanahnya yang sudah bersertifikat. 
 
Dalam negosiasi tersebut akhirnya perusahaan mengakui kesalahannya. Adapun latar belakang bisa munculnya SHGB Perusahaan itu disebabkan ada manipulasi data/dokumen sebagaimana diakui oleh mantan kepala desa Adang Ewin dirinya pernah menandatangani dokumen/warkah dibawah tekanan oknum TNI. Bahkan khusus 6 bidang beralas hak AJB sudah diakui oleh pihak Roxy sendiri bahwa itu tanah warga yang dicaploknya.

Setelah terbongkar kejahatannya, Perusahaan berjanji akan menyelesaikan masalah tanah tersebut dengan cara membayar kepada pemilik, namun hingga saat ini tidak pernah ada realisasi.

"Saya kira Sinarmas Group melalui Ko Amen jangan pernah berdalih yang bukan-bukan untuk mengembalikan tanah-tanah warga, karena ini jelas perampasan bukan kesalahan teknis pembebasan" jelasnya.

Ataukah ini memang sudah menjadi keumuman korporasi-korporasi besar dalam melipatgandakan modalnya seperti yang juga pernah dilakukan oleh Agung Podomoro Group.

Anehnya, dengan tanpa malu pihak Sinar Mas Group melalui kuasa-kuasa hukum dan LSM terus menuding APL merampas tanahnya dan tanah warga di tiga desa. Padahal Sinar Mas Group/Ko Amen pun ternyata perampas tanah rakyat di Mulyasejati. "Sangat menjijikan sekali" selorohnya.

Hasil plotting BPN yang menunjukan beberapa SHM dan AJB yang masih dipegang pemiliknya masuk ke dalam SHGB anak-anak perusahaan, cukup menjadi dasar.

"Bagi kami dan tanpa keraguan kami akan habis-habisan melawan Sinarmas dan melawan Ko Amen serta kami akan sampaikan secara luas ke publik Karawang agar bersatu bersama melawan tindak perampasan tanah di Karawang agar warga Karawang dimanapun bisa terbebas dari kejahatan pengusaha perampas tanah seperti APL, PL, Sinar Mas dan Ko Amen" tegasnya.

Apabila pihak Sinarmas/Ko Amen bertele-tele dan beralasan yang tidak logis pihaknya tidak akan melaporkan Ko Amen kepolisi. "Kami tidak akan segan-segan melaporkan Ko Amen ke polisi dan menembuskan kasus Land Grabbing ini ke Chines Development Bank agar Hak Tanggungan Sinar Mas senilai 19, 5 triliun dievaluasi" pungkasnya.#rls-fr.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Minggu, Juni 18, 2017