Dapat Lahan Pengganti, Petani Telukjambe Tinggalkan Lokasi Pengungsian

0
KARAWANG - PEKA - Sebanyak 360 Kepala Keluarga (KK) petani Telukjambe yang tinggal di tempat pengungsian di Rumah Dinas Bupati (RDB) akhirnya memilih untuk pindah ke tempat penampungan sementara di Kampung Kaligandu Desa Wanajaya Kecamatan Telukjambe Barat. 
Para pengungsi ini pindah karena Pemkab Karawang memberikan waktu satu bulan untuk menempati RDB selama proses penyelesaian pembagian lahan dari PT. Pertiwi Lestari dengan petani Telukjambe.

"Alhamdulillah waktu satu bulan untuk menyelesaikan masalah petani Telukjambe ini akhirnya bisa selesai dalam waktu 27 hari. Para petani lebih memilih pindah sementara ke dekat lokasi lahan yang akan mereka terima dari PT. Pertiwi Lestari dalam waktu dekat ini. Lokasi lahan untuk petani sedang dipetakan oleh BPN sehingga nantinya seluruh petani masing-masing akan mendapat lahan pengganti untuk mereka tinggal permanen disana," kata Wakil Bupati Karawang Jimmy Ahmad Zamksyari saat melepas petani Telukjambe dari rumah dinas bupati, Minggu (4/6).

Menurut Jimmy, Pemkab Karawang sudah berjanji kepada para petani Telukjambe konflik mereka dengan PT. Pertiwi Lestari akan diselesaikan dalam waktu satu bulan sejak hari pertama mereka mengungsi di RDB. Setelah melalui berbagai tahapan akhirnya dalam waktu 27 hari dipastikan masalah petani sudah bisa selesai.

 "Semua pihak sudah sepakat baik itu petani, PT. Pertiwi Lestari, Pemkab Karawang dan pemerintah pusat proses ganti rugi lahan dan pembangunan rumah sudah tidak ada kendala lagi dilapangan. Saat ini petani hanya tinggal menunggu lokasi lahan yang sedang dipetakan oleh BPN," katanya.

Jimmy mengatakan dari hasil verifikasi yang dilakukan Pemkab Karawang terhadap 360 KK yang terdaftar hanya ada 350 KK yang memenuhi persyaratan. Sementara itu dari 96 KK yang rencananya mendapat bantuan pembangunan rumah setelah dilakukan verifikasi ternyata hanya 92 KK yang memenuhi persyaratan. 

"Verifikasi ini melibatkan unsur pemerintah ditingkat bawah bahkan sampai ke tingkat RT untuk mengetahui kebenaran warga yang pernah tinggal disana. Hasil verifikasi ini juga kita sampaikan ke PT. Pertiwi Lestari selaku pihak yang akan memberikan lahan kepada petani," katanya.

Menurut Jimmy dari 92 KK yang sudah diverifikasi akan mendapatkan bantuan pembangunan rumah masing-masing sebesar Rp25 juta per KK. Bantuan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib petani Telukjambe yang menjadi korban konflik lahan Telukjambe. 

"Bantuan ini diberikan kementerian sosial kepada beberapa petani saja yang sudah tercatat di kemensos. Sedangkan yang lainnya hanya mendapat lahan pengganti sementara rumahnya mereka bangun sendiri," pungkasnya.#oca-fr.
Posting Komentar