Di Kampung Ini Mentradisi Takbir Akbar,Ngarak Bedug dan Lebaran Sekampung - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

Sabtu, 24 Juni 2017

Di Kampung Ini Mentradisi Takbir Akbar,Ngarak Bedug dan Lebaran Sekampung

Karawang-PEKA.Sebagai bentuk rasa syukur dan menyosong hari kemenangan di hari esok yakni Lebaran (Idul Fitri),hampir 700 orang  warga asal Kampung Bengle,Desa Pancakarya,Kecamatan Tempuran menggelar takbiran akbar serta ngarak bedug keliling desa.(24/6/2017).

Ngarak Bedug Sekampung
Takbiran warga setempat dimulai sejak waktu sholat magrib yang terpusatkan di mesjid Jame Nurul Islam yang terletak di Kampung Bengle.

Usai sholat Isa berjamaah,warga Bengle mulai bergerak untuk ngarak bedug keliling kampung dan desa mereka bahkan merambah ke desa lain di sekitar Kecamatan Tempuran.

H Endi Sukardi Sekertaris DKM mesjid Nurul Islam menyebutkan bahwa giat warga Bengle tersebut sudah mentradisi sejak lama dan kegiatan selalu didukung penuh Yayasan Pelita Karawang.

Dia mengatakan kegiatan tersebut merupakan ungkapan rasa syukurnya sebagai umat islam yang telah berpuasa selama sebulan Ramadhan secara penuh.

Besok adalah hari fitri yang didambakan walau disisi lain kami masih sangat merindukannya namun kepergian bulan suci Ramadhan tak bisa dihadang,semoga kedepan kita semua bisa bersua kembali dengan bulan penuh magrfiroh dan berkah,harapnya

Endi menjelaskan untuk keluarga DKM Mesjid Nurul Islam selain menggelar takbir akbar dan ngarak bedug malam ini (24/6),mereka pun akan mengadakan sholat idul fitri di mesjid yang sama dan diakhiri warga Lebaran Sekampung.

Kami disini sudah mentradisi pula jika sholat idul fitri beres para jammah tidak bisa balik ke rumah masing-masing dulu sebelum bersalaman "lebaran" dengan sesama jammah sampai tuntas secara bergiliran satu dengan yang lainnya,ungkap Endi.

Kegiatan tersebut sambungnya,sudah ada sejak lama dan warga disini menyebutnya sebagai lebaran sekampung.Karena warga Kampung Bengle sendiri bila tidak mengikuti acara mentradisi tersebut akan dicari kerumah oleh warga setempat.

Ke tidak hadiran mereka digiat lebaran sekampung,ulasnya. Biasanya bukan unsur kesengajaan melainkan akibat sakit atau sesuatu yang sifat urgen,pungkas Endi.#aby.
Posting Komentar