Loading...

Geger Mayat Bayi Di Kalen Tasrif

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Senin, Juni 05, 2017

KARAWANG - PEKA - Masyarakat di sekitaran Dusun Kedungasem Desa Mekarmaya Kecamatan Cilamaya Wetan, digegerkan penemuan mayat bayi perempuan di Kalen Tasrif tak jauh dari SPBU Mekarmaya Minggu sore sekitar pukul 16.00. Warga yang kaget melihat mayat bayi tersebut, langsung melapor ke Mapolsek Cilamaya untuk dievakuasi.
Mayat Bayi di Kalen Tasrif
Warga Mekarmaya, Dudi membenarkan, adanya penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan di Kali Tasrif, tepatnya di dusun Kedung Asem. Masyarakat teheran-heran, siapa gerangan yang membuang bayi tak berdosa tersebut. Apakah mungkin dari luar desa yang terseret arus hingga kali tasrif atau seperti apa, dirinya juga tidak tahu. Yang jelas, bayi malang itu sudah dalam kondisi yang nyaris lebam akibat genangan air.

"Iya geger, masyarakat langsung saja melapor, sempat ramai juga di tkp sih," Pungkasnya.

Kaur Trantib Desa Cilamaya, Wahyu mengatakan, lokasi penemuan mayat bayi perempuan di Kalen Tasrif itu tak jauh di perbatasan desa Cilamaya dan Mekarmaya. Warga yang melintas di irigasi tersebut terkaget-kaget melihat ada sosok bayi seperti mengambang. Merasa curiga, warga dan masyarakat setempat langsung melapor dan mengavakuasi bayi yang diperkirakan belum lama lahir ini ke Puskesmas Cilamaya.

"Sudah di evakuasi langsung Polsek dan dibawa ke Puskesmas Cilamaya," Ungkapnya.
Kapolsek Cilamaya, Kompol Dadang Gunawan mengatakan, penemuan mayat bayi minggu tanggal 04/6 sore sekitar pukul 16.00 itu terjadi di Kali Tasrif Dusun Kedung Asem. Berdasarkan keterangan saksi atas nama Samin (55), dan perangkat Desa Mekarmaya Rasdi (55), TKP ditemukan tak jauh irigasinya dari SPBU. Bayi yang ditemukan tersebut, sambung Dadang, diperkirakan baru berumur sekitar 2 harian dengan kondisi tali pusar masih belum di copot. Beruntung, masyarakat sigap, karena tak lama setelah ditemukan, beberapa warga langsung melapor ke Mapolsek Cilamaya. Karenanya, selain Mendatangi/mengecek TKP, juga mencari/mencatat saksi-saksi. Sebab, dikhawatirkan ada tindak pidana unsur kesengajaan membuang bayi, kareanya dibuatkan LP dan melaporkan kepada Pimpinan.

"Bayi berusia sekitar 2 harian dengan kondisi tali pusar belum dicopot," Pungkasnya.#rs-fr.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Senin, Juni 05, 2017