Gepeng Makin Menjamur di Karawang - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

Senin, 05 Juni 2017

Gepeng Makin Menjamur di Karawang

KARAWANG - PEKA - Memasuki hari ke sepuluh Ramadhan, mulai marak bermunculan pengamen, gembel dan pengemis (gepeng) bahkan waria juga turut ikut terus berdatangan. Setiap tahun, suasana religius seperti bulan ramadhan, memang kerap dimanfaatkan oleh mereka itu untuk meraup rezeki.

Ilustrasi Gepeng di Karawang
Bahkan, membludaknya gepeng di Kabupaten Karawang dapat terlihat di sekitaran lampu-lampu merah perkotaan. Sedangkan untuk waria banyak ditemukan di sekitaran Stadion Singaperbangsa dan Gor Panatayudha Karawang jika malam tiba. Hal ini tentu dipandang miris oleh Anggota Komisi D, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang, Asep Syarifudin.

Asep mempertanyakan sejauh mana kinerja Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Sosial Kabupaten Karawang yang seolah membiarkan mereka merajalela di setiap sudut perkotaan. Pasalnya, kehadiran gepeng terutama disinyalir banyak berasal dari daerah luar Karawang. Namun sudah seharusnya Pemerintah Daerah dalam hal ini OPD terkait segera melakukan tindakan demi menciptakan ketertiban umum.

"Satpol PP dan Dinsos seharusnya dapat bertindak tegas kepada waria dan gepeng yang semakin membludak di Bulan Suci Ramadhan ini. Sehingga seluruh warga Masyarakat Karawang yang sedang menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan ini bisa lebih tentram, nyaman dan khidmat," ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini menyebutkan bahwa untuk gepeng dan waria itu pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk pembinaan dan pemberdayaan mereka, namun tetap saja Dinsos tidak dapat menyelesaikan permasalahan ini.

"Bagi mereka yang terpenting serapan anggarannya bagus dan pagu anggaran habis terpakai tanpa mengevaluasi benefit serta impact yg bisa dirasakan secara signifikan setiap tahunnya oleh masyarakat," tandasnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karawang, Setya Dharma mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk segera melakukan tindakan penjaringan terhadap gepeng dan waria tersebut. Namun, sejauh sampai hari ini pihaknya hanya baru menerima tiga orang pria peminta-minta sumbangan berpilok (ber-cat) untuk dilakukan pembinaan.

"Yang punya kewenangan menjaring itu kan Satpol PP, kita kan hanya menerima saja dan kemudian dilakukan pembinaan kepada mereka, lalu kami berdayakan agar mereka tidak lagi kembali kejalanan," katanya.

Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang, Rakhmat Gunadi, ketika dimintai keterangannya mengungkapkan jika pihaknya selama ini bukan tidak melakukan tindakan, namun Dinas Sosial sendiri merasa belum siap menerima mereka dengan alasan tempat yang tidak memadai dan anggaran yang terbatas.

"Kita sih ya, jika memang Dinsos siap menerima, sekarang juga akan kita lakukan penjaringan, jika perlu kita jaring semua sampai bersih, tapi siap tidak dinsos," jelasnya.

Gunadi menegaskan, pihaknya pasti akan terus menyisir tempat-tempat publik yang sering dikunjungi pengamen dan gepeng dan tempat mangkal para waria tersebut. Jika memang Dinas Sosial siap menampung mereka. Pasalnya, kedatangan para pengamen dan gepeng ini bersifat musiman, seperti saat Bulan Ramadan dimana umat muslim berlomba-lomba bersedekah.

“Saya meyakini, kedatangan pengamen dan gembel ini ada yang mengkoordinir,” ungkapnya.

Gunadi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karawang untuk tidak memberikan uang kepada para gepeng. Karena selain tidak mendidik, memberikan uang kepada para pengemis justru membuat gepeng terus berdatangan ke Kabupaten Karawang ini.

“Memang selama bulan puasa ini, umat muslim berlomba-lomba bersedekah. Tapi kalau mau sedekah bisa diberikan melalui masjid, Baznas, Pondok Pesantren atau ke Panti Asuhan. Jangan memberikan sedekah langsung kepada pengemis, karena kalau diberi, dia akan memanggil teman-temannya yang lain,” pungkasnya.#oca-fr.
Posting Komentar