Ini Tanggapan Kapolda Jabar Soal Penyekapan Massa HMI

0
CIAMIS - PEKA - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan menilai aksi unjuk rasa sebaiknya mengikuti prosedur yang berlaku. Jika tidak demikian, maka aksi tersebut terbilang bodong dan bisa saja ditindak langsung. Hal itu untuk menanggapi kabar disekapnya massa HMI saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Tasikmalaya akhir pekan ini.
 
Himpunan Mahasiswa Islam (Ilustrasi)
Ia mengaku belum mendengar tentang kabar penyekapan massa HMI Komisariat Tasikmalaya yang hendak berunjuk rasa saat Presiden Jokowi melintas. Namun ia menilai massa HMI tak sepatutnya berunjuk rasa secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya pada pihak keamanan. Apalagi, pihak yang ingin didemo adalah orang nomor satu di Indonesia.

"Saya belum dengar ada yang disekap itu, tapi sebaiknya aksi unjuk rasa sesuai prosedur. Mereka harus beritahukan nggak boleh mendadak. Mereka boleh demo tapi sesuai prosedur, ini bukan negara seenaknya dewe, mau begini mau begitu, jangan ada negara di atas negara," ujarnya pada Republika.co.id saat kunjungan Presiden Joko Widodo di Ponpes Darussalam Ciamis, Sabtu (11/6).

Selain itu, ia merasa tindakan unjuk rasa terbilang tak tepat dalam menyambut Presiden. Sebab, ia mengingatkan bahwa Islam mengajarkan bagaimana cara menyambut tamu tentunya dengan cara yang baik. "Beliau itu tamu yang seharusnya dihormati, Islam kan ada cara sendiri menyambut tamu bukan dengan cara seperti itu unjuk rasa," ujarnya.

Sebelumnya, belasan anggota HMI Tasikmalaya disekap sekitar setengah jam di Komisariatnya, Jl Otto Iskandar Dinata. Lokasi komisariat mereka diketahui memang menjadi rute yang dilalui ketika kedatangan Jokowi ke Tasikmalaya, Jumat (9/6). Belasan anggota HMI hendak berunjuk rasa saat Presiden melintas. Namun belum sampai tujuan itu, mereka diredam oleh pihak keamanan dan dikunci di sekretariatnya hingga Presiden melintas.


Sumber : Republika.co.id
Posting Komentar