Online Terganggu, SMAN Cilamaya Siasati PPDB Manual

0

KARAWANG - PEKA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online formatan Pemprov Jabar tahun ini mulai dilangsungkan 3 hari terakhir, namun kendala jaringan dan server masih mendominasi dalam PPDB Super ketat ini. Karenanya, mensiasati jaringan yang terjadi, SMAN 1 Cilamaya siap buka PPDB secara manual sebagaimana arahan Provinsi sebelumnya.

"Hari ini (Kamis-red) katanya mau di Pebaiki, kalau selesai berarti lanjut Online, tapi kalau masih ada gangguan, sesuai arahan ya besok boleh PPDB manual saja di sekolah," Ungkap Kepala SMAN 1 Cilamaya R Eman Sulaeman S.pd.

Ia melanjutkan, PPDB kali ini selain daftarnya online, juga berkas siswa calon peserta harus menscannya dan mengupload sesuai jalur, baik kartu-kartu jaminan kesehatan, jaminan sosial, sertifikat prestasi dan surat keterangan lulusnya. Sayangnya, sejak dibuka 3 hari terakhir, terhitung Kamis pagi baru 3 peserta saja yang sudah terverifikasi, karena pendaftar yang sudah mengupload berkaspun tidak muncul. Karenanya, mengantisipasi hal itu semua, ada arahan dari Balai Provinsi jika Kamis ini masih ada gangguan, maka mulai Jumat akan dibuka pendaftaran secara manual dengan tetap sesuai tahapan kategorinya. Nantinya, meskipun manual, data dan berkas siswa akan di input sekolah dan pada akhirnya di onlinekan pula. Namun, ia berharap Kamis sore sudah ada kabar perbaikan jaringan dan servernya.

"Banyak pendaftar yang sudah upload, tapi gak muncul, semoga Kamis sore sudah ada perbaikan," Harapnya.

Kasek asal Kasomalang Subang ini menambahkan,  tahun ini, SMAN 1 Cilamaya menerima siswa sebanyak 432 untuk 12 Rombel, dan dibatasi perombelnya sebanyak 36 siswa. Melihat asumsi jumlah lulusan dan kebutuhan yang ada disejumlah SMA/SMK dan MA di Cilamaya, pihaknya masih kurang 8 siswa, itu artinya ia meyakini 12 rombel sesuai batasan Pemprov ini akan terpenuhi. Karena, jika lebih satu atau dua siswa saja perombelnya, resiko yang dihadapi siswa adalah tidak bisa masuk daftaran Dapodik dan terancam tidak bisa menerima sumber-sumber bantuan pendidikan seperti BOS dan KIP. Karenanya, aturan baru yang ketat ini harus dipahami semua pihak, karena dalam 1 rombel tidak bisa lagi menampung lebih dari 40 siswa, meskipun disatu sisi, keterbatsan rombel dan  tenaga pengajar akan dihadapi sebagai dampak asumsi 1 : 36 tahun ini, disisi lain pemerintah sendiri sebut Eman, yang melarang pengangkatan guru honorer baru karena dianggap bisa menjadi beban. 

Bahkan, tidak menutup kemungkinan, meskipun sekarang ini asumsi 1 : 36 bagi siswa baru, sewaktu-waktu sekolah juga harus mengantisipasi pemecahan kelas bagi kelas XI dan XII yang diberlakukan sama. Oleh karena itu sambung Eman, dalam PPDB ini diakuinya masih banyak kendala, utamanya masalah sistem dan mekanisme baru, namun harus serta merta bisa mengantisipasi permasalahan yang muncul harus ada.

"Bisa jadi pembatasan rombel ini juga berlaku nanti ke kelas XI dan XII, artinya sekolah harus juga mensiasati pemecahan kelasnya," Pungkas Eman.#rs-fr.
Posting Komentar