Loading...

PHRI : Mau Jadi PL Harus Punya Sertifikasi Bebas Narkoba

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Senin, Juni 12, 2017

KARAWANG - PEKA - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kabupaten Karawang, Gabriel Alexander, menyebutkan PHRI tengah merapihkan tempat hiburan dan hotel di Karawang.
Logo Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (Ilustrasi)
Wabilkhususnya Pemandu Lagu (PL) di tiap tempat hiburan. Kata dia, setelah lebaran PHRI akan membuat aturan PL harus bebas Narkoba, dengan dibuktikan sertifikat bebas Narkoba dari BNNK atau surat keterangan dokter.
"Setelah lebaran kita rapikan pokoknya. PL harus bebas Narkoba," katanya, kemarin.
Ia mengatakan, aturan itu dikeluarkan PHRI dan wajib diaplikasikan oleh anggota. Pasalnya untuk mecegah hal tak diharapkan. Gabriel sendiri tidak menampik bila PL di Karawang masih ada yang terlibat Narkoba.
"Semua anggota PHRI wajib mengikuti aturan. PL yang sudah ada tinggal diperiksa BNNK, kemudian yang baru harus dilengkapi bukti keterangan bebas Narkoba," bebernya.
Selain itu, Ia menjelaskan, PL harus menguasai bahasa asing, sehingga pola komunikasi dengan tamu dari luar dapat mudah.
“Itu wacana kami dari PHRI, insya allah Agustus 2017 mendatang program tersebut sudah terlaksana,” kata Ketua PHRI, Gabriel, kepada wartawan, Minggu (11/6).
Upaya tersebut, kata Gabriel, merupakan program PHRI agar wanita yang bekerja di tempat hiburan malam tersebut lebih profesional, terarah dan lebih terhormat. Pasalnya, kinerja wanita PL berdampak siginifikan dengan imej tempat hiburan yang selama ini dipandang negatif.
“PL yang tidak masuk kualifikasi apalagi masih bergelut dengan candu narkoba, silahkan angkat kaki. Kami, pengusaha hiburan tak akan menerimanya,” ungkapnya.
Ia mengakui, beberapa temuan dan informasi, sejumlah wanita PL masih ada yang aktif mengkonsumsi narkoba. Untuk itu, syarat sertifikat bebas narkoba wajib dimiliki PL jika ingin bekerja di tempat hiburan dibawah naungan PHRI.
“Yang masih nyandu narkoba, jangan harap bisa bekerja pada kami,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan, kedepan ia sudah menyiapkan guru bahasa asing diantaranya, bahasa Mandarin, Korea, Jepang, dan Inggris yang akan memberikan kursus kepada wanita PL binaan PHRI.
“Nantinya PL harus menguasai minimal empat bahasa itu. Karena terus terang para ekspatriat termasuk bangsa pasar yang potensial di Karawang,” pungkasnya.#oca-fr.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Senin, Juni 12, 2017